KAB.CIREBON, (FC).- Lima orang pengemis tertangkap tangan saat beraktivitas meminta uang di komplek wisata religi Makam Sunan Gunungjati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon oleh petugas gabungan, Rabu (30/7).
Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, Imam Ustadi melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas), Soko Guruning Gemi mengatakan, dalam penertiban pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang dilakukan bersama Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Polres Cirebon Kota, Dinsos dan Dishub di kawasan religi Makan Sunan Gunungjati pihaknya berhasil mengamankan lima orang pengemis.
Hal ini dilakukan untuk membuat citra wilayah tersebut lebih baik lagi. Pasalnya selama ini kawasan wisata religi tersebut menjadi lokasi PGOT.
“Selain melakukan penertiban, kami juga membentangkan spanduk sebagai pemberitahuan, bahwasanya para pengemis yang bersifat memaksa itu dilarang,” tegas Soko.
“Serta kotak-kotak sedekah yang dipaksa harus diisi oleh peziarah yang membuat citra wisata religi di Kabupaten Cirebon ini jelek, sehingga kita lakukan penertiban juga,” imbuhnya.
Soko menyebut, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Keraton terkait larangan adanya pengemis, gelandangan maupun orang terlantar di wilayah wisata religi Makam Sunan Gunungjati ini.
“Sudah koordinasi dengan pihak Keraton juga terkait penertiban ini. Karena kami ingin wisata religi Makam Sunan Gunungjati Cirebon lebih baik lagi dari sebelumnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, dalam penertiban tersebut, pihaknya tidak hanya menyisir wilayah luar melainkan di dalam kawasan Makam Sunan Gunungjati juga ia sambangi.
“Di pintu keluar juga ada, kemudian di jalur biasa ada kotak yang sengaja disimpan di pintu masuk ke arah Makam Sunan Gunungjati juga kita tertibkan,” ujarnya.
Setelah dilakukan penertiban, pihaknya akan melakukan penjagaan di lokasi. “Kita sudah rencanakan tindaklanjutnya setelah hari ini. Satpol PP Pariwisata kita yang akan berjaga disana,” kata Soko.
“Namun, kita masih koordinasikan bagaimana polanya, kemudian dari pihak kepolisian dan Kodim seperti apa, nanti kita koordinasikan terlebih dahulu,” imbuhnya lagi.
Disinggung soal bangunan liar di kawasan Makan Sunan Gunungjati, Soko menyebut pihaknya masih fokus untuk menertibkan PGOT terlebih dahulu. Pasalnya kawasan wisata religi Makan Sunan Gunungjati menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk melakukan penataan.
“Kita belum menyentuh ke bangunan liar (bangli) karena kita yang utamanya dulu penertiban PGOT dulu,” pungkasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post