DEPOK, (FC).- Anggota DPR RI Dapil Jabar VIII fraksi PDI Perjuangan, Selly A Gantina menyampaikan keprihatinan pada para korban bencana, khususnya di desa Kejuden Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon pada Jumat lalu.
“Mudah-mudahan ini bencana terakhir di desa Kejuden dan di Kabupaten Cirebon,” harap Selly usai meninjau salah satu rumah korban bencana rumah ambruk di Perumahan Taman Pelangi RT 05 RW 03 Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Minggu (26/1).
Selain itu juga, Selly menyampaikan terimakasih kepada Kuwu Kejuden, BPBD Kabupaten Cirebon, beserta TNI Polri, dan masyarakat karena keguyuban masyarkat disini masih dirasakan sangat besar. Buktinya, pasca kejadian bencana bisa bersama-sama memberikan pertolongan mendasar untuk para korban.
Yang kedua, lanjut politisi partai berlambang banteng moncong putih menambahkan, yang menjadi perhatian dirinya adalah kejadian ini menjadi titik evaluasinya, khususnya di daerah Kejuden ini. Karena ternyata komplek perumahan ini adalah komplek perumahan subsidi yang dijalankan pemerintah pusat.
“Seharusnya program subsidi ini kan bisa memberi kesejahteraan dan kenyamanan untuk rakyatnya. Tapi ternyata baru menjelang lima tahun, belum apa-apa baru kena hujan saja rumahnya sudah langsung ambruk. Jadi harus ada evaluasi dan perhatian khusus dari pemerintah terkait standarisasi rumah bersubsidi untuk rakyat menengah kebawah,” ungkapnya.
Kemudian, masih dikatakan Wanita yang juga mantan Wakil Bupati Cirebon tersebut, pihaknya memberikan catatan, bahwa BPBD Kabupaten Cirebon harus betul-betul sigap mengantisipasi kejadian yang terjadi di wilayahnya. “Alhamdulillah Kabupaten Cirebon saat ini tidak mengalami ulang tahun bencana, tetapi memang agak anehnya bencana banjir maupun angin adanya di wilayah Cirebon bagian tengah,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Selly, BPBD juga sudah menjelaskan, bahwa ternyata posisi daerah Kabupaten Cirebon memang memiliki kelebihan, ada 25 sungai besar dan kecil sudah mengalami sedimentasi yang sangat tinggi. Akhirnya pada saat curah hujan tunggi air tidak terserap dan melebar kemana-mana. “Tentunya, antisipasi ini memang harus ada koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah, agar kedepan kejadian seperti ini tidak menjadi sesuatu yang berulang diwilayah Kabupaten Cirebon,” tandasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post