KAB.CIREBON, (FC).- Banjir kembali merendam Perumahan Trusmiland Tahap 5 di Desa Battembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (7/2) kemarin.
Sedikitnya 90 persen kawasan perumahan tersebut terendam air akibat tingginya intensitas hujan serta posisi permukiman yang berada di antara dua daerah aliran sungai (DAS), yakni Sungai Cipager dan Sungai Cisoka.
Kuwu Desa Battembat, Muhammad Kholid, mengatakan banjir telah berlangsung hingga hari keempat sejak terjadi pada Sabtu (7/2). Hingga Senin (9/2), genangan air masih terlihat di sejumlah titik perumahan dan area persawahan sekitar.
“Hampir 90 persen yang terendam itu Trusmiland tahap 5. Lokasinya seperti pulau karena dikepung aliran sungai dan menjadi pusat limpasan air. Bahkan saat di sini tidak hujan, kalau di hulu banjir, air tetap masuk,” ujar Kholid, Senin (9/2).
Ia menjelaskan, kawasan Perumahan Trusmiland dilintasi Sungai Cipager dan Sungai Cisoka yang melewati wilayah Desa Battembat, Wanakaya, dan Bandil. Berdasarkan data pemerintah desa, perumahan tersebut dihuni sekitar 300 jiwa.
Namun demikian, Kholid mengungkapkan sebagian besar penghuni belum tercatat secara administratif sebagai warga Desa Battembat.
“Baru sekitar 15 kepala keluarga yang sudah berstatus kependudukan Desa Battembat. Sisanya masih domisili. Kami dari Pemdes hanya bisa membantu sesuai kewenangan,” jelasnya.
Kholid menambahkan, meskipun pihak pengembang telah melakukan upaya penanganan berupa pembangunan tanggul, langkah tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan dalam mengatasi banjir yang kerap berulang setiap musim hujan.
Sementara itu, Hidayat, salah seorang warga Perumahan Trusmiland, mengeluhkan kondisi banjir yang disebutnya telah terjadi selama bertahun-tahun tanpa solusi konkret.
“Perumahan ini sudah sekitar delapan tahun belum ada serah terima dengan pemerintah daerah, jadi penanganannya masih kewenangan pengembang. Kami warga hanya minta ada solusi terbaik agar tidak terus menjadi korban banjir,” keluhnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pengembang segera mengambil langkah terpadu, mulai dari normalisasi sungai, peninggian tanggul, hingga kejelasan status serah terima perumahan, agar persoalan banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat. (Johan)












































































































Discussion about this post