KAB. CIREBON, (FC).- Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Cirebon kurang berjalan optimal. Pasalnya ada 27 sekolah negeri tingakat SMP di Kabupaten Cirebon masih kekurangan siswa.
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, H Wahyu Mijaya menyoroti kurangnya siswa di 27 SMP Negeri di Kabupaten Cirebon. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon langsung melakukan evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serta perkembangan prosesnya.
“Kami menerima laporan, bahwa ada 27 sekolah yang belum terpenuhi kuota muridnya, karena daerah tersebut memiliki potensi lulusan sekolah dasar (SD) yang relatif sedikit. Hal ini menyebabkan kekosongan murid di beberapa sekolah,” kata Wahyu, Rabu (17/7).
Wahyu mengungkapkan untuk menangani masalah ini, akan diadakan rapat internal lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan guna mencari solusi terbaik.
“Kita akan rapat internal dengan Disdik untuk membahas 27 SMPN yang masih kekurangan siswa,” katanya.
Sementar itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cirebon, H Ronianto membenarkan adanya kekurangan siswa baru di 27 SMP Negeri pada PPDB tahun ini di wilayahnya. Menurutnya kekurangan siswa pada sekolah negeri ini diakibatkan karena jarak sekolah di daerah tersebut.
“Memang benar ada 27 SMPN di Kabupaten Cirebon yang kekurangan siswa, mungkin karena jumlah lulusan dan jarak sekolah terpencil dari masyarakat, terutama sekolah satu atap (Satap), karena sekolah Satap diperuntukan untuk daerah itu saja,” katanya, Rabu (17/7).
Selain itu, kata Ronianto, dengan kurangnya jumlah siswa tersebut, pihaknya tetap membukan PPDB jalur offline.
“Dengan kurangnya jumlah siswa dari daya tampung yang disediakan, kami (Disdik,-red) masih membuka pendaftaran secara offline, jadi masyarakat yang anaknya belum mendapatkan sekolah bisa menghubingi sekolah daerah tersebut,” ujarnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post