Dede menambahkan, wabah Covid-19 ini mengakibatkan kelumpuhan ekonomi, bukan saja pada ekonomi secara total, tetapi juga pada keseluruhan kegiatan perekonomian, tidak hanya ojeg online.
“Harapan kita lebih pada keseluruhan bukan pada kelompok tertentu, saya lihat pegawai swasta yang bekerja di mall-mall, pabrik, perusahaan tertentu juga punya cicilan motor atau rumah. Itu juga perlu diperhatikan dan ditangguhkan. YLBK akan meminta keadilan itu,” cetusnya.
Sebagai langkah tindakan kongkrit selanjutnya, lanjut dia, pihaknya bersama lembaga YLBK siap menerima pengaduan tagihan perbankan bilamana ada pihak perbankan yang ngotot menagih cicilan di masa krisis wabah Virus Corona ini.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan YLBK Provinsi dan YLBK kabupaten dan kota lain. Soal cicilan ini menyangkut semua aspek saja, jenis pekerjaan lain juga layak mendapatkan penangguhan,” tandasnya. (Ibin)














































































































Discussion about this post