KOTA CIREBON, (FC).- Jalan protokol di Kota Cirebon berlubang lebih dari dua pekan. Menganga, tergenang air, dan membahayakan pengendara. Namun perbaikan justru lebih dulu datang dari warga.
Minggu (15/2) malam, tiga warga terlihat menambal lubang di sekitar perempatan Jalan Cipto–Wahidin dan Jalan Kartini.
Bermodal batu brangkal sisa bangunan dan karung seadanya, mereka menutup lubang yang cukup lebar di jalur padat kendaraan itu.
Aksi tersebut direkam dalam video berdurasi 1 menit 10 detik dan viral di media sosial. Dalam hitungan jam, rekaman itu menyebar luas dan memantik sorotan publik.
Handoyo (47), pedagang kaki lima sekaligus marbot masjid, menyebut aksi itu lahir dari kekhawatiran sederhana: jangan sampai ada korban.
“Kalau kita sendiri yang lewat lalu roda masuk lubang dan celaka, bagaimana? Jadi kami spontan kerja bakti saja,” ujarnya.
Menurutnya, lubang itu sudah lebih dari dua minggu dibiarkan tanpa perbaikan. Genangan air yang tak mengalir ke saluran drainase diduga memperparah kondisi jalan.
Tak lama setelah video tersebut ramai diperbincangkan, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon dari Bidang Bina Marga melakukan perbaikan pada Senin malam.
Keesokan harinya, Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Kepala DPUTR Rahman Hidayat meninjau langsung lokasi perbaikan di Jalan Cipto Mangunkusumo.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab kerusakan jalan protokol tersebut maupun alasan keterlambatan penanganan.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah respons cepat baru hadir setelah viral? Di satu sisi, aksi swadaya warga menuai apresiasi.
Di sisi lain, peristiwa ini menjadi cermin bahwa keselamatan pengguna jalan tak boleh menunggu sorotan media sosial. (Agus)












































































































Discussion about this post