MAJALENGKA, (FC).- Ratusan warga Desa Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu (11/9),mendatangi lokasi pembangunan pabrik sosis milik PT Charoen Pokphand Indonesia Division Food, yang berlokasi di Blok Bagung.
Kedatangan ratusan warga yang mengatas namakan Karang Taruna desa setempat, menuntut agar pihak perusahan melibatkan masyarakat setempat dalam pembangunan pabrik sosis tersebut.
Ratusan warga yang terdiri dari anak muda dan orang dewasa tersebut mendatangi lokasi proyek pembangunan mendapat pengawalan ketat dari Polsek Ligung yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Umang Sumarsa.
Untuk meredam emosi warga, pihak perusahaan yang diwakili oleh Haerul selaku vendor dari PT Deja yang bergerak di kontruksi dan betao, menerima mereka di area lokasi pembangunan proyek pabrik.
Dari obrolan singkat antara perwakilan warga dan pihak perusahaan yang diwakili Haerul, tidak menghasilkan kata sepakat, sehingga warga meminta pihak perusahaan atau vendor menutup sementara aktivitas pembangunan pabrik sosis tersebut, sampai dicapainya kesepakatan dari kedua belah pihak.
Untuk menjaga kondusifitas, pihak vendor menyetujui aktivitas pembangunan pabrik ditutup sementara.
Kapolsek Ligung AKP Umang Sumarsa yang mengawal jalannya aksi, meminta kepada kedua belah pihak harus bisa menahan diri dan saling menghargai satu sama yang lainnya, sehingga nantinya akan bisa menemui titik temu.
Berhubung pada hari ini kata Kapolsek Umang, tidak ada dari pihak perusahan maka pertemuan antara warga dan pihak perusahaan ditunda terlebih dahulu, dan akan dilanjut pada Senin besok (13/9), tempatnya di Kantor Desa Ligung Lor.
“Sebaiknya masyarakat sekarang bubar saja dulu agar tidak terjadi kerumunan, karena saat ini masih masa pandemi. Terkait tuntutan warga akan dibahas nanti Senin besok,” tegas Kapolsek Umang dihadapan ratusan warga.
Wewen selaku perwakilan dari Karang Taruna Desa Ligung Lor kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan terus menuntut kepada pihak perusahaan atau vendor yang melakukan pembangunan pabrik sosis ini, agar perusahaan melibatkan masyarakat setempat dalam pembangunan ini.
Jangan sampai warga disini sudah berkorban membebaskan lahan sawahnya, namun warga di sini hanya jadi penonton.
Dikatakan Wewen, SDM warga setempat sangatlah mencukupi, baik untuk pekerja kasar seperti kuli bangunan, ataupun untuk yang kerja perkantorannya.
“Saya rasa selama ini pihak vendor meremehkan warga pribumi, dia lebih memilih orang luar dibanding pribumi,” ujar Wewen kepada wartawan.
Ditegaskan Wewen, pihaknya berharap pihak perusahaan proaktif dan bisa mengambil hikmah dari aksi pada hari ini.
Sehingga ke depan antara perusahaan dan warga pribumi bisa bergandengan tangan. Jangan sampai kejadian serupa seperti penutupan aktivitas pabrik kembali terjadi.
“Hari ini terpaksa warga meminta pihak vendor untuk menghentikan aktivitasnya, sampai ada kesepakatan bersama. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran kedepan bagi perusahaan,” pungkas Wewen.
Ditempat yang sama Haerul, selaku perwakilan dari vendor, menerima tuntutan sementara dari warga untuk menutup aktivitas pembangunan pabrik sampai diadakannya perundingan menyusul yang akan dilakukan Senin besok.
Dikatakan Haerul, pihaknya hanya vendor yang tidak bisa mengambil kebijakan perusahaan, namun untuk tuntutan warga terkait penutupan sementara aktivitas pembangunan pabrik sudah ia penuhi.
Namun untuk yang lebih jauhnya itu kewenang pihak perusahaan dalam hal ini PT Caroen Pokphand Indonesia.
“Kami tidak bisa berkomentar banyak Mas, cuma tuntutan warga pada hari ini akan kami sampaikan ke pihak perusahaan. Mudah-mudahan dipertemuan Senin besok akan ada kesepakan bersama,” pungkas Haerul.
Sedangkan Kades Ligung Lor Rasmin yang turut hadir di lokasi, meminta kepada perusaan proaktif dengan Pemdes dan warga setempat. Jangan sampai warga Desa Ligung Lor ini hanya jadi penonton.
“Saya tegaskan perusahaan di sini harus melibatkan warga setempat dalam berbagai aktivitas dan kegiatan. Jangan sampai pribumi hanya jadi penonton, catat itu ya,” singkat Rasmin. (Munadi)













































































































Discussion about this post