KAB. CIREBON, (FC).- Jumlah petani di Jawa Barat terus mengalami penurunan sekitar dua persen. Demi mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berharap adanya motivasi para petani untuk lebih semangat dalam bertani. Bagaimana petani bisa memiliki segalanya dari hasil bertani jangan hanya sebatas untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Hal itu disampaikannya Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum bersama Bupati Cirebon, H Imron, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan dan unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon. saat panen raya di Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (8/8).
Kang Uu sapaan akrabnya mengatakan, kedatangannya di tengah panen raya di Desa Pasuruan ini adalah untuk memberikan motivasi agar masyarakat khususnya para petani tetap semangat untuk bertani.
“ Saat ini terjadi kemunduran dan semangat para petani, sehingga melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong semangat masyarakat untuk gemar bertani,”kata Uu.
Uu mengatakan jumlah petani di Jawa Barat sendiri saat ini mengalami penurunan sekitar dua persen, hal ini dikarenakan tidak adanya generasi penerusnya, sehingga berdampak semakin hari jumlah petani semakin menurun.
“Mudah-mudahan adanya kegiatan ini dapat mendorong semangat petani milenial, sehingga jumlah petani akan tetap stabil,” ujarnya.
Dikatakannya, upaya untuk mendorong dan semangat petani harus juga didukung oleh pemerintah daerah. Dalam hal ini, dirinya meminta kepada kepala daerah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai skala prioritas.
“Karena, kebanyakan sektor pertanian di hampir daerah tidak menjadi skala prioritas,” tandasnya.
Sehingga lanjutnya, konsekuensinya anggarannya untuk sektor pertanian menjadi kecil, akan tetapi kalau Pemda menjadikan skala prioritas tentunya anggaran untuk pertanian akan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut Wagub pun mendorong kepala daerah untuk menambah anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) pada anggaran perubahan 2023 dan APBD 2024, hal itu dilakukan untuk menghadapi fenomena El Nino yang berdampak pada perubahan cuaca secara global.
Dampak fenomena El Nino yang tengah melanda sebagian wilayah di Indonesia, membuat pemerintah mulai mengatur strategi untuk mengatasi masalah akibat El Nino itu salah, satunya persoalan kekeringan.
Kang Uu mengatakan, berbagai upaya dilakukan menghadapi fenomena El Nino di Jawa Barat, salah satunya penambahan BTT.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para bupati dan walikota untuk menambah dana BTT baik untuk anggaran perubahan 2023 dan anggaran tahun 2024,” ujarnya.
Karena menurutnya, penambahan BTT tersebut, pemerintah tidak bisa menggunakan anggaran secara tiba-tiba, dan ini harus diawali dengan pembahasan dan pengesahan DPRD, untuk itu ia menginstruksikan kepada bupati dan walikota agar meminta tambahan 30 persen untuk menangani kekeringan.
“Jika tidak dibantu oleh pemerintah, dikhawatirkan masyarakat akan kesulitan untuk mengatasi kekeringan, sehingga berdampak pada kebutuhan pangan di Jawa Barat,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Cirebon H Imron menjelaskan, Kabupaten Cirebon sendiri berkenaan dengan BTT, hingga saat ini belum digunakan, dikarenakan Kabupaten Cirebon belum ditetapkan suatu bencana.
“Jadi jika belum ditetapkan suatu bencana BTT itu tidak boleh digunakan, tapi kalau sudah ditetapkan suatu bencana, baru BTT tersebut bisa digunakan untuk semua sektor,” tegas Imron. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post