KAB. CIREBON, (FC).- Usaha bunga melati kini tengah layu, hal tersebut ditengarai dengan maraknya bunga melati imitasi atau melati plastik di pasaran. Salah satunya pengarajin di Kabupaten Cirebon menjadi imbasnya.
Salah satu pengusaha melati pengantin yang masih bertahan dari 2001 hingga saat ini, Eer Eriyah (40) mengaku banyak pengusaha seprofesinya yang gulung tikar, hal tersebut banyaknya melati imitasi yang digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan acara pernikahan maupun lainnya.
“Banyak yang gulung tikar, karena berlomba-lomba menurunkan harga, tapi saya tetap mempertahakan. Prinsipnya, walau untung sedikit asal tetap berkah, salah satunya dengan mempertahakan kualitas dan menjaga kepercayaan dari konsumen, serta agen,” katanya, Kamis (24/8).
Menurutnya, dengan kehadiran melati imitasi berdampak pada berkurangnya omset yaitu hampir 50 persen, namun hal itu tidak membuat Eer sebagai pengusaha tidak berkecil hati. Tetapi, Eer bersama suaminya menjalankan usaha pengrajin bunga melati asli dengan cara tetap meyakinkan para agen yang tersebar Cirebon, Bandung dan Garut. “Pada prinsipnya, kita memberikan kepercayaan kepada pelanggan, salah satunya adalah agen tetap kami,” tambahnya.
Selain itu, dalam pembuatanya usaha yang dinamai Riski Melati ini tidak pernah menyetok bunga melati, melainkan selalu fresh dibuat di hari itu dan dikirimkan ke para agen maupun pemesanan individu seperti rias pengantin. “Tidak hanya mempertahankan kualitas melalui kesegaran bunga yang dikirim, kami pun selalu berusaha memenuhi bentuk dan model yang diinginkan konsumen dengan sebaik mungkin,” katanya.
Sedangkan, untuk membuat satu untaian bunga melati, Eer mengaku dalam satu hari ia sedikitnya membutuhkan 1-2 kilo melati yang didatangkan langsung dari Tegal Jawa Tengah. “Ramainya ya di bula-bulan syawal, karena banyak masyarakat yang menggelar resepsi pernikahan,” pungkasnya. (ppl)











































































































Discussion about this post