Selama 3 hari, peserta diberikan materi dalam pelatihan ini. Sebelumnya para peserta diberikan materi lewat daring melalui aplikasi meeting zoom. Kemudian pada hari terakhir, peserta mendapatkan materi praktek langsung.
Peserta juga harus mengikuti ujian untuk mengukur kemampuan mereka dalam melakukan tindakan pada penderita yang mengalami keadaan gawat darurat.
“Untuk materi praktek kita ada 4 materi, diantaranya BHD, Initial Assesment, dan Airway Breathing Management,” tuturnya.
Di tempat yang sama, ketua Panitia, Mariana Ponda Agustine menjelaskan, pelatihan kali ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
“Rata-rata peserta senang dengan adanya pelatihan ini, karena tidak perlu melakukan pelatihan BTCLS jauh-jauh ke luar daerah. Pelatihan ini sangat penting dan dibutuhkan untuk bekerja di instansi kesehatan. Mereka juga sangat antusias acara ini digelar di Cirebon,” tutupnya
















































































































Discussion about this post