Suhermanto mengatakan, sejak awal hingga pertengahan Maret, sindikat penjambret itu telah beraksi delapan kali di berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu. Mereka bahkan kerap beraksi di siang hari.
Sindikat itu juga bahkan nekat beraksi di depan Makodim 0616/Indramayu. Korbannya merupakan seorang istri anggota TNI. ‘’Aksi para pelaku selama ini telah meresahkan masyarakat,’’ kata Suhermanto.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku berboncengan dengan menggunakan dua buah sepeda motor dan memepet sepeda motor korbannya. Pelaku kemudian mengancam korbannya dengan senjata tajam berupa golok.
Korban pun tak bisa melawan hingga terpaksa menyerahkan barang-barang berharga milik mereka, seperti perhiasan emas maupun tas dan dompet.  Dari tangan pelaku, polisi menyita berbagai barang bukti.
Diantaranya, tiga sepeda motor, sebilah golok, telepon genggam, dan perhiasan emas. “Para pelaku ini tidak segan segan melukai korbannya dengan cara paksa dan kekerasan,” ungkapnya















































































































Discussion about this post