Ia menambahkan, dengan mendirikan 11 posko di semua perbatasan, pihaknya bisa mencatat semua warga yang datang ke Majalengka. Harapannya, agar bisa teridentifikasi jika memang ada pemudik yang terindikasi terpapar virus corona.
“Oleh karena itu salah satu ikhtiar kita, bagaimana 11 posko yang kita bangun ini bisa memfilter kehadiran orang, dari berbagai daerah termasuk dari luar negeri,” ucapnya.
Karna menyampaikan, setelah meninjau tiga posko tersebut, ia mengetahui ada sekitar 5 ribu pemudik yang datang ke Majalengka. Jumlah tersebut terdiri dari 4.000 pemudik di Kecamatan Lemahsugih, 1.000 pemudik dari posko di Kecamatan Malausma dan Cingambul.
“Ini luar biasa, bahkan Kecamatan Lemahsugih mungkin tertinggi dari 26 kecamatan yang ada di Majalengka pendatangnya,” kata bupati.
Oleh karena itu, pihaknya akan terus memonitor dan mengantisipasi sampai menjelang Ramadhan atau bahkan Idul Fitri. Sebab, di masa-masa itu masih banyak warga Majalengka yang akan pulang ke kampung halaman.














































































































Discussion about this post