MAJALENGKA, (FC).- Dua rumah di Blok Mananti RT/08 RW/08, Desa Margajaya, Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka rusak akibat tertimpa material longsor tebing setinggi 10 meter. Para penghuni rumah pun harus mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan.
Tebing setinggi 10 meter yang ada di belakang rumah longsor setelah terjadi hujan deras selama lebih dari 5 jam. Tanah longsor tersebut menimpa rumah milik Wastiah (70).
“Kejadian longsor terjadi pada pukul 20.00 WIB, tebing kurang lebih 10 meter ada lah. Assessment dari kami dan BPBD baru dilaksanakan pagi tadi,” ujar Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kecamatan Lemahsugih Oo Saepudin saat ditemui di lokasi, Selasa (4/10).
Akibat bencana longsor tersebut, jelas dia, tembok rumah bagian belakang Wastiah jebol. Selain itu, sebagian atap rumah juga rusak tertimpa material yang meninggi akibat terbawa longsor.
“Kemarin memang hujan terus terjadi dari siang hari. Jadi kemungkinan, curah hujan yang tinggi membuat air masuk ke sela-sela tanah yang memang di atas rumah ini terdapat sawah, membuat tanah labil. Tapi Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ucapnya.
Oo menjelaskan, untuk membersihkan material longsor, sejumlah warga Blok Mananti bergotong royong di rumah Wastiah sejak Selasa pagi. Dengan menggunakan alat seadanya, sedikit demi sedikit material longsor berhasil dibersihkan.
“Khususnya, memotong pepohonan yang ikut terbawa longsor di atas rumah ini,” jelas dia.
Sementara itu, terkait kejadian longsor ini, Wastiah untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman. Sebab, khawatir terjadi longsor susulan.
“Iya mereka diminta ngungsi dulu ke saudara, kebetulan rumahnya masih satu blok,” katanya.
Oo mengungkapkan, Desa Margajaya menjadi salah satu daerah yang rawan peristiwa tanah longsor jika curah hujan tinggi. Ia pun mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati dan mencari tempat yang lebih aman jika bencana telah mengintai.
“Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan, apalagi curah hujan sudah mulai tinggi. Apalagi perkampungan warga banyak yang berada di dekat tebing dan jurang,” ujarnya. (Munadi)












































































































Discussion about this post