MAJALENGKA, (FC).- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majalengka mengeluh terkait pasokan darah yang mengalami penurunan secara drastis semenjak kemunculan Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.
Mengingat, kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit (RS) di Majalengka terus mengalir, seperti RSUD Majalengka, RSUD Cideres, RS Budikasih, RS Lipasya, dan RSIA Mitra Perapatan. Sementara, kelompok pendonor nyaris tidak ada.
Keluhan itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan PMI Majalengka, Andi Puji Santosa kepada wartawan FC saat dijumpai di kantornya, Selasa, (31/3).
“Stok darah di PMI Majalengka sendiri diperkirakan hanya cukup untuk satu minggu lagi, lantaran para pendonor saat ini hampir tidak ada. Bahkan, sejumlah pendonoran yang sudah teragendakan itu dibatakan. Disamping mereka takut Covid-19, juga ada imbauan pemerintah agar masyarakat untuk sementara waktu tinggal di rumah guna mengantisipasi wabah Covid-19 ini,” ungkapnya.
Dikatakan Andi, dalam menanggulangi kerisis darah ini, pihaknya akan berupaya kepada pemerintah setempat dan juga instansi terkait, seperti pihak kepolisian, agar melonggarkan ruang gerak PMI dalam melakukan pendonoran. Pasalnya, prosedural pendonoran darah itu sudah ada dari PMI pusatnya.














































































































Discussion about this post