Hal ini dikuatkan oleh Adib, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan yang menyatakan bahwa resource yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati sudah mumpuni. Memiliki 437 dosen, 11.500 mahasiswa dan luas lahan berkisar 32 Hektar menjadi modal yang kuat bagi IAIN untuk bertransformasi menjadi UIN Syekh Nurjati.
Saefudin Zuhri, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga menambahkan bahwa konversi UIN Syekh Nurjati akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat.
Mengingat UIN Syekh Nurjati akan memiliki kampus di Kabupaten Cirebon dan Indramayu, selain yang saat ini di Kota Cirebon. Selain itu hadirnya beberapa Fakultas dan Program Studi baru mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan diferensiasi bakat dan kecenderungan.
“Beberapa Fakultas dan Program Studi baru yang akan diluncurkan berbasis pada bidang keilmuan sains dan teknologi, ilmu sosial humaniora, psikologi dan kesehatan, komunikasi, kelautan dan perhutanan,” ungkap Saifudin Zuhri.
Lebih lanjut Mamat S Burhanuddin, Kasubdit Pengembangan Akademik PTKI menambahkan bahwa desain kurikulum IAIN Syekh Nurjati yang telah baik harus dipertahankan dan terbuka dengan kemungkinan perubahan yang dinamis.
“Kami berharap UIN Syekh Nurjati sebagai UIN kedua di Jawa Barat, dan memang hanya ada dua PTKIN, menjadi pusat pendidikan yang futuristik dan mampu menjadi World Class Islamic University,” pungkas Mamat S Burhanuddin. (Indah)












































































































Discussion about this post