Saat ini, dia menilai respons Pemkab Cirebon menghidupkan Sentra Batik Trusmi sangat lambat. Apa yang dilakukan Pemkab Cirebon hanya sebatas retorika. Sedangkan pelaksanaannya, kata Yoga, nol.
“Minimal Dinas teknis harus bertanggungjawab mencari formulasi yang bagus untuk menghidupkan Sentra Batik Trusmi ini,” tandasnya.
Yoga menambahkan, Sentra Batik Trusmi memang menjadi tanggungjawab semua pihak. Namun dalam hal ini, menjadi PR besar bagi Pemkab Cirebon khususnya Dinas terkait.
“Jangan sampai bangunan didiamkan begitu saja. Sehingga muncul kesan kumuh, apalagi tidak ada pemeliharaan,” ungkapnya.
Sebelumnya, menurut Bupati Cirebon H. Imron saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon kemarin mengaku belum tahu dengan kondisi Sentra Batik Trusmi milik pemkab itu saat ini.
Imron mengatakan nantinya akan meminta kajian dan konsep seperti apa dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk kawasan sentra batik tersebut.
“Anggarannya kan sudah ada, ya nanti tinggal bagaimana konsep dari Disperindag untuk sentra batik itu,” katanya.
Imron menambahkan, dirinya akan menanyakan hal tersebut kepada Disperindag, apakah nantinya akan dikembangkan atau seperti apa, dirinya tinggal meminta kajian dari Disperindag. (Muslimin)
















































































































Discussion about this post