KOTA CIREBON, (FC).- Berbagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 selama masa PPKM Darurat di Kota Cirebon mulai menunjukan perkembangan hasil yang positif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto menyebutkan angka kasus harian Covid-19 mengalami tren penurunan selama PPKM Darurat sejak 3 Juli lalu.
“Trennya menurun. Tapi karena banyaknya kasus, jadi (penurunan) belum signifikan. Awalnya itu 184, sekarang 104 orang,” kata Edy kepada awak media, Kamis (15/7).
Indikator penurunan angka kasus harian ini, lanjutnya, dilihat dari tingkat Bed Occupancy Ratio (BOR), tingkat kesembuhan dan tingkat kematian.
Penerapan PPKM Darurat, lanjut Edy, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, merubah perilaku semua pihak dalam pencegahan Covid-19.
Baca Juga: Selama PPKM Darurat, Okupansi Hotel di Kota Cirebon Terjun Bebas
“Memutus mata rantai itu berbagai cara. Bisa PPKM, bisa PPKM Mikro, bisa PSBB, bisa macam-macam. Tapi yang paling penting adalah institual behaviour itu berubah, change,” jelasnya
Kadinkes mengatakan, proses memenangkan pertarungan dengan Covid-19 masih sangat panjang untuk meningkatkan capaian herd immunity.
“Sebelum ada hard immunity 70 persen keatas, belum bisa berhasil. Sebelum mata rantai itu diputus di semua lini, belum bisa berhasil juga,” ujarnya. (Andriyana)















































































































Discussion about this post