Dalam sehari hanya 200-300 pencari kerja saja yang dilayani, sisanya harus mengantre kembali di hari besoknya.
“Kalau tidak dibatasi mungkin bisa sampai 500 orang yang dilayani,” ujarnya.
Ia juga mengklaim, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam melayani para pencari kerja, seperti pengecekan suhu tubuh, wajib mengenakan masker, jaga jarak, serta cuci tangan dengan sabun.
Meski demikian, imbauan itu rupanya masih diabaikan para pencari kerja yang mengantre di luar gedung Disnakar Kabupaten Indramayu.
Sementara itu, salah seorang pencari kerja asal Desa/Kecamatan Arahan, Laila Tusyifa (18) mengatakan, datang bersama rekan sesama sekolahnya sewaktu SMA.
Rencananya, mereka hendak membuat kartu kuning untuk mencari bekerja ke daerah Bekasi. “Ini lagi buat kartu kuning mau kerja, iya baru lulus,” ujarnya. (Agus)














































































































Discussion about this post