KUNINGAN, (FC).- Upaya menentukan ketepatan perencanaan dan implementasi pembangunan desa, data desa presisi bagi Kepala Desa se-Kabupaten Kuningan disosialisasikan oleh IPB Universty, di salah satu hotel di Kuningan, Rabu (21/4) sore.
Hadir Anggota DPR RI Dapil Jabar VII, Rieke Diah Pitaloka, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono, Bupati Kuningan H Acep Purnama, Wakil Bupati Kuningan H M Ridho Suganda, Kabag Tapem Setda Kuningan, Rusmiadi, Kepala DPMD Kuningan, Dudi Pahrudin, dan seluruh kepala desa di Kabupaten Kuningan.
Acara yang mengusung tema “membangun data desa presisi menuju Kuningan Makmur Agamis Pinunjul (MAJU) Berbasis Desa”, sesuai dengan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia.
Kualitas data sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Data yang memiliki tingkat akurasi dalam memberikan gambaran kondisi aktual desa yang sesungguhnya, akan menentukan ketepatan perencanaan dan implementasi pembangunan desa.
Peneliti sekaligus Wakil Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Sofyan Sjaf berhasil mengembangkan konsep data desa presisi untuk meningkatkan pembangunan di desa.
Dalam sosialisasinya, Ia menuturkan data desa presisi dapat menjadi solusi untuk mempermudah penyusunan dan pengolahan data desa.
Gagasan data desa presisi berawal dari keprihatinan dirinya terhadap polemik data yang terjadi hingga saat ini. Ketidakakuratan data, menurutnya, dapat menyebabkan gagalnya kebijakan pembangunan.
Data desa presisi sendiri, kata Sofyan, berbentuk citra desa dengan resolusi tinggi. Data tersebut juga berisi numerik dan data deskriptif yang menggambarkan kondisi riil di sebuah desa.
“Kualitas data akan menentukan keberhasilan pembangunan. Selain itu juga menentukan ketepatan perencanaan dan implementasi pembangunan desa,” ujar Sofyan.
Sofyan mengungkapkan, data desa presisi juga mampu memetakan konsumsi pangan masyarakat desa yang ada di kabupaten Kuningan.
“Banyak sekali yang bisa diimplementasikan data desa presisi. Jika dikembangkan dengan baik, maka ini akan sangat bermanfaat bagi kemajuan desa. Sebab Indonesia maju bermula dari desa yang maju,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Jabar VII, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan, Kuningan memiliki potensi yang luar biasa.
Ia berharap Kuningan menjadi percontohan bukan hanya di Jawa Barat, tetapi untuk sekuruh indonesia, di mana kepala desanya bergerak untuk menghadirkan data yang presisi yang akurat.
“Terdapat 140 konten yang masuk ke dalam data desa presisi. Melalui kegiatan ini, Kabupaten Kuningan mempunyai target untuk memiliki data basis yang akurat, pasti, menyeluruh, dan komprehensif,” ungkap Oneng panggilan akrab Rieke.
Sementara, Bupati Kuningan menghimbau agar seluruh pihak melakukan pemetaan agar Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat membuat kebijakan.
“Jika pemetaan serta parameternya sudah baik dan jelas, insyallah semua kebijakan akan bisa berjalan dengan baik. sehingga output dan autcome nya jelas, bahkan benefitnya juga akan semakin baik,” ujar Acep.
Bupati menambahkan, saat ini Kabupaten Kuningan sudah mulai melakukan penetapan batas desa.
Ia berharap di dalamnya tidak hanya terkandung batas antara satu desa dengan desa yang lain, melainkan terdapat juga batas potensi-potensi.
“Semua program yang hari ini kita laksanakan wajib kita lanjutkan sampai suatu saat memiliki suatu basis data desa yang lebih pasti dan akurat,” jelas Acep. (Ali)












































































































Discussion about this post