KUNINGAN, (FC).- Sudah sekitar lima tahunan ini, sosok Ida Tri Noviati mengakrabkan diri dengan Kuningan, khususnya dengan Gunung Ciremai.
Ida yang merupakan penggagas Kampung Pasundan Cisamaya Pasawahan ini mengaku jatuh cinta dengan Gunung Ciremai.
Menurutnya, dirinya hanyalah seorang wanita biasa, berbekal nurani dan naluri sebagai seorang ibu yang peduli dengan sisa jiwa petualang dan pecinta alam.
Diiringi perjalanan hijrah, tak sengaja dalam perjalanan mencari makna hidup dan kehidupan menemukan tambatan hati yaitu air. Air menjadi tempat di mana cinta ini jatuh dan tertambat.
Dalam momen hari Kartini, keteguhan dan kesungguhan Ida Tri Noviati dapat dijadikan inspirasi untuk sesama wanita Kartini Tangguh, sebagai Kartini Ciremai dari Kampung Pasundan Cisamaya.
“Saya perantau, bukan desa kelahiran saya. Saya mencoba menata, bukan atas bumi yang indah, membersihkan bukan atas lahan yang bersih dan wangi,” jelas Ida, kemarin.
Ida menceritakan, Kampung Pasundan Cisamaya yang saat ini dikelola bersama masyarakat, dulunya adalah tempat pembuangan sampah.
Dia dan masyarakat sedikit demi sedikit membersihkan sampah-sampah dan diubah menjadi daya tarik wisata yang akan mengusung konsep wisata healing forest.
“Jangan liat kondisinya saat ini, dulunya ini onggokan sampah, saya tergerak mandat itu dan merasa terpanggil oleh Ciremai,” lanjutnya.
Melintas dalam pikiran dirinya, energi dan hati yang semakin kuat, tak peduli beratnya gelombang cercaan, perbedaan pandangan dan sikap, Ida tetap tulus sepenuh hati untuk tetap berdiri, tegak dan penuh senyuman.
“Kampung Pasundan Cisamaya adalah karya atas Cinta yang tak melihat dan berharap banyak atas pengakuan sesama, seorang wanita yang kaya akan cinta dan Jika cinta bertemu dengan alam, Tak ada yang bisa menghalangi karya indahmu,” pungkasnya. (Bambang)












































































































Discussion about this post