KUNINGAN, (FC).- Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan membekuk residivis narkoba yang baru sebulan menghirup udara bebas dari penjara. Selain seorang residivis, petugas juga menangkap 4 tersangka lain dengan kasus narkoba.
Kapolres Kuningan, AKBP Willy Andrian didampingi Kasat Narkoba AKP Udiyanto menyampaikan, selama periode Agustus 2023 berhasil membekuk 5 tersangka narkoba. Bahkan salah satunya residivis narkoba yang baru sebulan keluar dari penjara.
“Adapun barang bukti itu di antaranya sabu-sabu, ganja hingga obat keras tanpa izin edar. Beberapa tempat kejadian perkara yakni di Kecamatan Kramatmulya, Kecamatan Ciawigebang, Kecamatan Cigandamekar, Kecamatan Kuningan, dan Kecamatan Cidahu,” jelas Kapolres Willy, Kamis (24/8).
Willy menyebut, masing-masing tersangka berinisial LTS (36), JS (41), DS (26), ADA (21), dan SH (25). Seluruhnya berasal dari Kabupaten Kuningan, sedangkan satu tersangka yakni JS merupakan residivis kasus narkoba.
“Barang bukti yang diamankan 3,96 gram sabu-sabu, 23,95 gram ganja, dan 150 obat keras tanpa izin edar. Kemudian 11 butir psikotropik jenis riklona, serta 10 butir psikotropika jenis merlopam,” jelas Willy.
Menariknya, pelaku JS yang merupakan residivis (keluar dari Lapas Gintung 1 bulan lalu), mengaku mendapat barang dari seorang yang baru keluar dari Lapas Kelas IIA Kuningan pada 17 Agustus kemarin. Kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk kasus tersebut.
Willy menegaskan, kepolisian akan terus melakukan pemberantasan terhadap peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Kuningan. Sehingga setiap pelaku tindak pidana tersebut akan ditindak tegas petugas kepolisian.
Para tersangka, lanjut Willy, untuk perkara sabu-sabu dijerat Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 112 Ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman minimal 4 tahun.
Kemudian perkara obat keras tanpa izin edar dijerat Pasal 197 jo Pasal 196 UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Sedangkan untuk perkara Ganja, masih Willy dijerat Pasal 111 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman minimal 4 tahun.
Terakhir perkara psikotropika jenis riklona dan merlopam dijerat Pasal 62 UU nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, ancaman hukuman maksimal 5 tahun. (Ali)
Discussion about this post