KOTA CIREBON, (FC).- Pada reses Masa Persidangan (MP) III Tahun 2021, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah mengunjungi warga di RW 02 Larangan Utara, Kelurahan Kecapi Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Minggu malam (17/10) malam.
Warga yang ditemuinya menyampaikan beragam aspirasi, diantaranya bidang kesehatan, infrastruktur, permodalan hingga permasalahan sosial.
“Saya ingin, terutama dalam pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Minimnya sarana posyandu, membuat orangtua atau ibu enggan membawa anaknya guna pemeriksaan kesehatan,” ujar Bayyina, Kader Posyandu RW 02 Larangan Utara.
Di tempat yang sama, Heru Herdiana, ingin mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). “Saya mohon bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah, karena beberapa bagian atap sudah mulai rapuh dan bocor saat hujan, takutnya ambruk,” ujar dia.
Sedangkan, Jumirah, warga RT 02 RW Larangan Utara mengaku, layanan air bersih PDAM belum maksimal. “Air PDAM belum lancar, kadang hanya malam saja, itupun kecil alirannya,” keluhnya.
Perihal rutilahu, pria ytaang akrab disapa Andru ini menjelaskan, bahwa saat ini DPRD dan Pemerintah Kota Cirebon sedang dalam pembahasan raperda tentang rutilahu.
“Saat ini raperda masih dalam proses, karena masih ada poin yang krusial, yakni terkait lahan rumah penerima manfaat. Karena banyak yang perlu dibantu tetapi lahan bukan milik sendiri,” ujarnya.
Sedangkan, sarana dan prasarana di posyandu, Andru mengatakan, akan berkomunikasi dengan dinas terkait. “Nanti kita sampaikan ke dinas terkait agar bisa ditindaklanjuti,” jelas dia.
Sedangkan menanggapi layanan air bersih PDAM, Handarujati membenarkan, memang sepekan terkahir ada perbaikan saluran, terutama di wilayah di Harjamukti.
“Perihal air PDAM ini, memang saya sudah mendapat laporan, bahwa ada perbaikan saluran. Sekarang sudah mulai normal,” kata dia.
Andru juga mengatakan, selain ketiga aspirasi tersebut, warga juga ingin ada perbaikan jalan dan saluran di wilayah RW Larangan Utara. Apalgi jelang hujan, perbaaikan sarana ini harus segera dilakukan.
“Setiap aspirasi ini akan dicatat, kemudian kita masukkan ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD),” tutupnya. (Agus)











































































































Discussion about this post