KOTA CIREBON,(FC).- Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel ) Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cirebon kembali melakukan penataan dan perapihan kabel fiber optik untuk menjaga keamanan sekaligus meningkatkan estetika kota, Rabu (20/5).
Kegiatan bertajuk Perapihan Jaringan Utilitas Kabel Fiber Optik bersama Paguyuban ISP Suciayumajakuning tersebut kali ini dilaksanakan di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon. Penataan kabel dilakukan di sepanjang jalur dari Lampu Merah Pemuda hingga Lampu Merah RSD Gunung Jati.
Plh Kabid Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi DKIS Kota Cirebon, Iid Hidayat, S.Kom., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon bersama APJATEL dan Paguyuban ISP Suciayumajakuning.
Menurutnya, program perapihan kabel utilitas ini menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan nyaman dipandang masyarakat.
“Perapihan jaringan utilitas kabel fiber optik ini merupakan titik keempat dari total 10 ruas jalan protokol di Kota Cirebon yang menjadi target penataan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program perapihan kabel sudah dimulai sejak Februari 2026, tepatnya pada bulan Ramadan. Beberapa ruas jalan yang telah dilakukan penataan di antaranya Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, dan Jalan Slamet Riyadi.
“Alhamdulillah selama pelaksanaan sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Kalau pun ada hambatan di lapangan, masih bisa diatasi bersama,” katanya.
Iid mengungkapkan, salah satu kendala yang sering ditemui adalah keberadaan pohon yang melintang di area kabel. Namun, hal tersebut telah ditangani bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).
Selain itu, hingga saat ini pihaknya juga belum menerima keluhan dari masyarakat maupun laporan dari operator terkait pelaksanaan penataan kabel tersebut.
Menurut Iid, awalnya, penataan 10 ruas jalan protokol ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat bulan. Namun, kondisi di lapangan membuat proses pengerjaan membutuhkan waktu lebih panjang dari perencanaan awal.
“Kami tetap menargetkan seluruh perapihan kabel di 10 ruas jalan protokol Kota Cirebon selesai tahun ini sesuai arahan Pak Wali Kota,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini juga tidak lepas dari komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Apjatel. Menurutnya, seluruh provider dan operator telekomunikasi telah sepakat mendukung penataan kabel agar lebih tertib dan terorganisir.
“Kalau ada provider atau operator yang keluar dari komitmen, tentu nanti Apjatel yang akan memberikan teguran. Tapi sejauh ini belum ada laporan seperti itu,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Daerah Apjatel Jawa Barat, Denis Pramana Putra menjelaskan penataan kabel di Jalan Sudarsono merupakan bagian dari program serentak yang dilakukan bersama paguyuban ISP.
Ia menyebutkan, titik perapihan kali ini menjadi lokasi keempat setelah sebelumnya dilakukan di Jalan Siliwangi, Jalan Kartini, dan Jalan Slamet Riyadi.
“Kami melakukan perapihan kabel dengan sistem regel terlebih dahulu. Nantinya, jika proses ducting sudah dilakukan, maka jaringan kabel akan dipindahkan ke bawah tanah,” jelas Denis.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan infrastruktur telekomunikasi yang lebih aman, tertata, dan mendukung wajah modern Kota Cirebon.
“Apjatel bersama Pemerintah Kota Cirebon menargetkan penataan kabel selesai di 10 ruas jalan protokol sebagai bagian dari pembenahan utilitas perkotaan secara bertahap,” pungkasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post