KOTA CIREBON, (FC).- Kota Cirebon akan menggelar kembali Pagelaran Keindahan Pusaka Kulonan Jabar Istimewah, pada 25 sampai 27 Juli 2025 mendatang, di Keraton Kacirebonan, Jalan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan.
Ketua Panitia Pagelaran Raden Sigit Permadi mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahun yakni bursa tosanaji, yakni terkait dengan perkerisan. Perkerisan sendiri sudah disahkan oleh Mentrian Kebudayaan RI Fadli Zon, jadi Hari Keris Nasional telah ditetapkan setiap Tanggal 19 April.
Sigit menuturkan, pada pagelaran nanti selain 150 peserta dalam negeri, akan hadir pula peserta dari mancanegara seperti Malaysia, Amerika (California dan Santa Barbara) dan Tahiland.
“Kegiatan ini merupakan edukasi dan mengenalkan kepada seluruh Masyarakat Jabar khususnya Cirebon, antara keris dan sejarah itu tidak bisa dipisahkan,” jelas Sigit ditemui di Keraton Kacirebonan, Minggu (20/7/2025).
Dalam rangkaian kegiatan, akan dipamerkan dan dikonteskan juga pusaka-pusaka kulonan atau khusus Jabar, seperti Cirebon, Sumedang, Banten, Galuh dan Pajajaran.
Kemudian ada bursa jual beli pusaka yang bisa dihibahkan atau di maskawinkan dengan seseorang yang memang kolektor pencinta perkerisan juga. Dihadirkan pula pengrajin atau pembuat keris dan rangka keris yang disebut mpu atau pandai.
“Nanti akan ada mpu yang mempraktekan cara pembuatan keris, gagangnya maupun rangkanya dan sarungnya,” ungkapnya.
Disebutkannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dijadwalkan akan hadir, sejumlah Anggota DPR RI, tentunya juga Walikota dan Wakil Walikota Cirebon, Bupati Indramayu Lucky Hakim dan pejabat-pejabat lainnya.
Pihaknya juga mengundang secara khusus Tokoh Cirebon yakni Mas Aulia Priyandana Sukandar atau yang akrab disapa Abah Anom. “Beliau merupakan penggagas kegiatan ini. Diharapkan kehadiran Abah Anom ini dapat mengumpulkan keluarga besar Jawa Barat khususnya Cirebon untuk bisa guyub dalam kegiatan ini,” imbuhnya.
Raden Sigit juga berpesan kepada generasi muda, agar jangan pernah melupakan sejarah dari para pendahulu. Jangan mempunyai stigma keris itu adalah hal yang menakutkan yang berkaitan dengan supranatural.
Makanya, lanjut Raden Sigit, pihaknya akan mengedukasi kepada generasi muda, bahwa keris adalah bagian dari budaya dan sejarah Bangsa Indonesia.
“Diharapkan generasi muda bisa tertarik untuk mengenal dan mencintai benda-benda pusaka yang ada di Indonesia, karena selama penikmatnya hanya orang-orang tertentu saja,” pungkasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post