MAJALENGKA, (FC).- Puluhan warga Kabupaten Majalengka menjadi korban penipuan berkedok travel umroh. Ada 41 warga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Majalengka yang menjadi korban penipuan tersebut. Puluhan korban itupun sempat ditelantarkan selama berhari-hari sebelum memutuskan pulang ke Majalengka.
Salah satu korban, Eroh warga Desa Ciomas, Kecamatan Sukahaji mengatakan,selain dirinya masih ada korban lainnya,termasuk suaminya.
“Korbannya banyak,bukan hanya saya. Di Desa Ciomas saya dan suami, Asikin, yang menjadi korban. Korban lainnya berasal dari beberapa kecamatan termasuk desa tetangga,”ungkapnya, Sabtu (11/2).
Menurut Eroh, sepengetahuanya mereka yang juga menjadi korban penipuan itu berasal dari empat kecamatan. Empat kecamatan tersebut berdekatan,yakni kecamatan, Sukahaji, Sindang, Argapura dan Maja. Seluruhnya yang menjadi korban sebanyak 41 orang. Mereka yang menjadi korban kata Eroh kebanyakan teman kelompok arisan maupun pengajian. Mereka sudah niat berangkat ke tanah suci untuk beribadah umrah sejak tiga tahun terakhir. Sedangkan uang warga dikumpulkan kolektif pada salah satu warga.
“Yang menjadi korban saya kenal sebagai teman pengajian, teman arisan, ada juga mantan jemaah haji, umrah. Kalau saya baru,” ucapnya.
Eroh menceritakan, para jemaah tersebut berangkat bersama dirinya menggunakan bus ke Jakarta pada Minggu (29/1) yang lalu. Saat itu, pihak agen menjanjikan akan memberangkatkan rombongannya ke tanah suci. Namun rombongan itu tidak langsung menuju ke bandara.
Eroh beserta rombongannya diarahkan ke salah satu penginapan di sekitar kawasan bandara. Mereka menginap selama tiga hari di penginapan tersebut dengan biaya penuh dari pelaku. Namun pada hari ke empat, jamaah diminta untuk membiayai sendiri kebutuhan penginapan dan lainnya.
“Pada hari ke empat kita disuruh bayar sendiri, karena keberatan kita inisiatif pindah ke kontrakan di daerah Tangerang selama seminggu,” jelas dia.
Hingga hari kesepuluh, Eroh mengaku masih memiliki harapan bisa berangkat menunaikan ibadah umrah. Karena tak ada kejelasan kapan berangkat, para jemaah pun akhirnya kembali ke Majalengka dengan perasaan kecewa.
“Sebelum pulang kita mencari travelnya dulu bersama-sama ketua rombongan, tapi gak ketemu, akhirnya kita pulang, tapi sebelumnya kami melapor pada polisi di Jakarta dan Majalengka,” katanya.
Sedangkan pelaku penipuan itu sendiri tambahnya berjumlah dua orang, yakni dari PT Sakata yang beralamat di Nagrek, Garut.
“Semoga polisi cepat menangkap pelaku,”harapnya. (Munadi)

















































































































Discussion about this post