KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mengelar Workshop Penguatan Desain Produk Industri Kreatif Kerajinan di aula dinas setempat, Kamis (27/5).
Kepala Disperdagin Dadang Suhendra melalui Kepala Bidang Industri Endang Sri Pujiastuti mengatakan, kegiatan ini bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan para pengrajin atau pengusaha.
Kedepan, dalam kurun waktu satu tahun, pihaknya akan melanjutkan kegiatan pelatihan atau workshop serupa.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Academia Craft Cirebon (ACC) 2021, yaitu sebuah program Diperdagin yang komprehensif dan program kegiatan terstruktur,” jelasnya.
Dalam workshop kali ini, Disperdagin menghadirkan narasumber dari Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Yan Yan Sunarya sebagai pengisi materi tentang penguatan desain produk.
Dalam paparannya di hadapan puluhan peserta yang mengikuti workshop ini, Yan menekankan tentang pentingnya membangun konektivitas dengan membuka akses informasi seluas-luasnya.
Sebab, hal itu akan membantu mempermudah promosi produk-produk. Selain itu, kreatifitas dan kolaborasi juga menjadi bagian yang tak kalah pentingnya.
“Kreatifitas dan inovasi itu menjadi faktor utama hebatnya produk-produk yang dihasilkan,”paparnya, pada FC.
Selain itu juga pentingnya menjaga professionalitas. Artinya tidak boleh suatu produk yang dibuat itu berubah, baik kualitas maupun kuantitas.
“Professionalitas, seberapa banyak bahan yang dibutuhkan, kualitasnya seperti apa, dan produknya seberapa harus sesuai standar yang memang sudah ditentukan. Nanti pelatihannya akan ditekankan ke arah sana,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Koordinator juga Ketua Ekraf Kabupaten Cirebon sekaligus pengusaha kulit dan kriya Gunawan mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatiannya, yang betul-betul serius dalam pengembangan warganya khusus pada pelaku pengrajinnya. Karena, bagaimanapun kondisi teman-teman pelaku ekraf Cirebon ini masih banyak perlu dibantu, baik dari skill sampai ke pemasaran,” jelasnya
Harapannya sendiri kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang berasal dari pengusaha kulit, rotan, ukir, mainan, konveksi, dan mainan ini, dapat menjadi tonggak untuk memulai sesuatu yang berbeda dari kegiatan sebelumnya.(Sarrah)















































































































Discussion about this post