KAB. CIREBON, (FC),- Proyek bendungan karet di Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon mengancam ratusan hektar lahan pertanian gagal panen.
Hal ini dikarenakan perairan mereka yang mengandalkan dari sungai Cisanggarung melalui kisdam tidak dipasang tanggul. Akibatnya air laut masuk ke sungai dan mengalir ke areal pertanian.
Salah seorang petani asal Desa Tawangsari yang juga ketua BPD Tawangsari, Rojudi kepada FC mengungkapkan, ratusan petani melakukan gotong royong membangun Bendungan darurat di saluran kisdam sungai Cisanggarung, Sabtu (31/7).
Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah masuknya air laut ke sungai Cisanggarung yang digunakan para petani untuk mengairi sawah mereka.
Namun kondisi bendungan yang darurat tersebut jebol karena derasnya arus.
Petani was-was air asin akan masuk ke areal pertanian mereka, sehingga dikhawatirkan akan gagal panen.
“Ini sudah yang ke-4 kalinya gotong royong membangun Bendungan darurat karena beberapa kali membangun bendungan darurat ini selalu jebol sehingga air laut masuk ke sungai dan masuk ke areal pertanian para petani khawatir mereka akan gagal panen, “ungkapnya.
Dijelaskan Rojudi, ratusan hektar lahan pertanian khususnya di Desa Tawangsari bahkan Desa tetangga juga mengandalkan pengairan sawah mereka dari sungai Cisanggarung.
Adanya proyek Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS CC) yang sedang melakukan perbaikan dan penggantian Bendungan Karet memang sangat didukung para petani.
Akan tetapi selama proses pembangunan tersebut, air sungai yang dialihkan melalui kisdam seharusnya dibuatkan tanggul darurat agar air laut tidak masuk ke sungai Cisanggarung.
Sebab, bagaimanapun Sungai Cisanggarung menjadi satu-satunya sumber pengairan ratusan lahan pertanian yang saat ini sedang di tanam bawang merah, menjadi terancam gagal panen bila tidak dilakulan upaya membiat bendungan darurat.
“Kontraktor seharusnya jangan tutup mata Bagaimana nasib ratusan petani yang saat ini sedang tanam bawang merah, yang namanya proyek apapun selalu memberikan akses ini adalah salah satu akses pertanian yang harusnya diperhatikan,” keluhnya.
Atas kondisi tersebut, Rojudi dan para petani lainnya berharap ada perhatian khusus dari kontraktor kepada nasib ratusan petani.
Minimalnya mengupayakan bantuan membangun Bendungan darurat.
Selain itu para petani juga berharap agar pelaksanaan proyek pembangunan Bendungan Karet bisa secepatnya selesai pengairan di areal pertanian khususnya Desa Tawangsari kembali normal.
Para petani juga tidak selalu was-was areal lahan pertaniannya yang saat ini menunggu panen tiba-tiba kemasukan air asin atau air laut, karena mereka sudah mengeluarkan modal yang sudah cukup besar.
“Kami berharap agar proyek pelaksanaan pembangunan Bendungan Karet ini bisa secepatnya selesai Sehingga para petani juga kembali normal seperti semula tidak selalu was-was,” harapnya.. (Nawawi)












































































































Discussion about this post