MAJALENGKA, (FC),- Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program nasional Koperasi Merah Putih pada Senin (21/7). Kegiatan peluncuran dilaksanakan secara virtual dan diikuti serentak di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Majalengka yang menyimak dari Gedung Yudha.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Majalengka sudah berbadan hukum dan siap menjalankan program koperasi yang digagas pemerintah pusat.
“Majalengka kita sudah semuanya berbadan hukum. Dan hari ini sudah se-Indonesia. Sejak tadi Pak Presiden mengumumkan, mudah-mudahan mulai hari ini teman-teman di desa dan kelurahan harus benar-benar berdiri dan melangkah menjalankan operasional desa Merah Putih di Majalengka,” ujar Eman.
Kabupaten Majalengka sendiri terdiri dari 330 desa, 13 kelurahan, dan tersebar di 26 kecamatan. Dengan struktur wilayah tersebut, Eman optimis koperasi desa akan menjadi pilar ekonomi rakyat berbasis potensi lokal. Ia menyebutkan bahwa berbagai sektor usaha strategis seperti pertanian, peternakan, dan perdagangan bisa dikembangkan oleh koperasi desa.
“Ada beberapa segmen usaha yang harus disiapkan, seperti pertanian, peternakan, perdagangan, dan lain-lain. Semua sudah dijabarkan, agar desa nanti tidak kekurangan pasokan. Operasi desa Merah Putih ini harus menjadi badan usaha yang utuh dan nyata,” ungkapnya.
Saat ini, baru satu desa yang melaporkan telah menjalankan usaha koperasi, khususnya di bidang pertanian. Namun Eman percaya desa-desa lain akan segera menyusul.
“Yang baru melapor kepada kami baru satu desa yang sudah memiliki usaha, khususnya di sektor pertanian. Tapi saya yakin akan segera menyusul karena saya sudah tekankan kepada mereka: saatnya sekarang, karena koperasi sudah dikukuhkan, semuanya harus punya semangat wirausaha,” katanya.
Eman juga mengingatkan, koperasi tidak akan berjalan jika hanya sekadar memiliki badan hukum tapi tidak menjalankan usaha nyata.
“Kalau tidak ada kegiatan usaha, uang yang disimpan di bank tidak akan berguna. Itu tidak akan bisa dimanfaatkan. Koperasi harus membesarkan dan melebarkan usaha, bukan hanya menyimpan dana tanpa aktivitas,” tegasnya.
Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Majalengka siap memberikan pendampingan rutin kepada pengurus koperasi agar bisa menangkap peluang yang tersedia dan memanfaatkan sumber daya yang ada.
“Kami akan memberikan pembinaan secara rutin agar semua koperasi benar-benar menangkap peluang yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Saat ditanya apakah semua desa bisa ikut dalam program ini, Eman menjawab, semua desa. Semua desa bisa ikut. Mereka sedang menyiapkan diri untuk meminjam atau membentuk unit usaha.
Menurutnya, koperasi Merah Putih ini bisa menjadi tempat simpan pinjam, bisa juga menjalankan usaha peternakan, pengadaan pupuk, alat pertanian, hingga pengolahan hasil bumi.
“Kalau koperasi ini hanya simpan-pinjam, maka mereka juga harus siap menyepakati skema suku bunga dan sistemnya. Tapi hari ini, pilihan usahanya sudah sangat beragam, seperti peternakan, ROT, RAS, LPI, dan lainnya. Semua itu untuk menguntungkan rakyat dan memastikan pasokan tidak terganggu,” pungkasnya.
Dengan peluncuran program nasional ini, Eman berharap koperasi desa benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat dan tidak hanya berhenti di atas kertas. (Munadi)
Foto : Pengurus Koperasi Merah Putih se Kabupaten Majalengka, mengikuti launching yang dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui virtual.














































































































Discussion about this post