KAB. CIREBON, (FC).- Pemuda harus jadi pelopor dan inisiator dalam setiap hal. Tidak hanya pada persoalan kepemudaaan, namun juga persoalan-persoalan kebangsaan, baik di level daerah maupun level nasional harus menjadi konsentrasi pemuda. Seperti yang muncul kepermukaan saat ini sangat banyak dari mulai kenakalan remaja, tawuran, pengangguran diusia produktif dan banyak soal lagi.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Jaw Barat, Bambang Mujiarto saat menjadi pemateri dalam sosialisasi peraturan daerah Nomor 8 tahun 2016 tentang Pedoman Pelayanan Kepemudaan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (23/8).
Menurut Bambang, pemuda jangan hanya konsentrasi dalam kepemudaan saja, akan tetapi persoalan yang ada di tengah masyarakat, dan juga persoalan kebangsaan yang dihadapi masyatakat yang juga mesti menjadi pehatian para aktivis kepemudaan.
“Di tingkat nasional peran dan pergerakan pemuda menjadi pelopor, ini sejarahnya ada, banyak tokoh-tokoh nasional sejak era perjuangan, dari pergerakan Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, bahkan Soekarno pun di usia 25 tahun berkiprah di tingkat nasional yaitu politik praktis mendirikan partai politik,” ujar Bambang.
Saat ini kata Bambang, Jawa Barat berada di posisi 17 wilayah yang terbelakang di Indonesia dari indikator indeks pembangunan pemuda (IPP). Hal inilah yang perlu diperbaiki dengan mengoptimalkan peran pemuda di setiap sektor. Ada lima domain penilaian IPP antara lain domain kesehatan, domain pendidikan, domain tenaga kerja, domain kesetaraan gender dan domain kepemimpinan pemuda.
“Ruang kepemudaan bukan sektornya Dispora saja, tapi di semua semua sektor, ada Dinas Ketenagakerjaan dan lain- lain, kita harus mengatasi, misalnya angka pengangguran terbuka Jawa Barat cukup besar, lebih dari 2 juta angkanya,” imbuhnya.
Bambang juga melihat pemuda saat ini sudah sangat terbuka wawasannya dan memahami dengan baik persoalan bangsa kekinian. Hal ini terbukti dengan banyaknya unsur kepemudaan yang dengan kesadaran sendiri terlihat dalam upaya mengatasi persoalan kebangsaan.
“Kita tahu bersama saat ini kita menghadapi persoalan terkait putusan MK yang hendak diakali. Alhamdulillah banyak pemuda yang turun untuk menjaga konstitusi,” ungkapnya.
Diakhir pembicaraan, Bambang menyampaiikan jika Cirebon punya historis kuat terkait peran kepemudaan, dulu kata Bambang, banyak pemuda Cirebon yang menjadi motor pergerakan di bawah kepemimpinan KH Abbas Buntet yang menjadi komandan dalam perlawanan melawan penjajah dalam peperangan 10 November di Surabaya di era perjuangan.
“Pemuda harus menorehkan sejarah, harus menjadi pelopor dalam setiap hal, kita punya akar sejarah yang begitu kuat terkait peran pemuda, semangat KH Abbas Buntet harus ditularkan kepada para pemuda, maka tak heran saat ini KH Abbas menjadi salah satu tokoh dari cirebon yang diusulkan menjadi pahlawan Nasional,” ungkapnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post