KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon memaksimalkan produksi pupuk NPK. Meski begitu, produksi pupuk urea masih tetap dilakukan hingga penghujung 2020 ini.
Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pertanian Ali Efendi. Menurutnya, memperbanyak produksi pupuk ini untuk memperbaiki kualitas padi.
“Kita maksimalkan untuk tahun ini itu, produksi pupuk NPK, tapi bukan berarti produksi pupuk urea ditunda apalagi dihentikan,” ujar Ali, Senin (7/12).
Kemudian, lanjutnya, pupuk NPK ini lebih kaya akan manfaat bagi tanaman padi, dibandingkan pupuk urea, yang hanya mengandung nitrogen saja.
“Dalam pupuk NPK ini terdapat beberapa unsur yang baik untuk tanaman, khususnya padi yaitu 3 unsur hara nitrogen (N), phospate (P), dan kalium (K),” bebernya.
Ia pun menerangkan, yang sudah jelas pupuk NPK manfaatnya lebih banyak dan baik dari pada urea. Makanya, Dinas Pertanian menggenjot terus produksi pupuk NPK sepanjang tahun 2020 ini agar kualitas padi membaik.
“Dengan pemakaian pupuk NPK kan, padi lebih cepat berbuah, tidak terlalu tinggi tapi tidak juga pendek, dan tidak mudah kuning,” kata Ali.
Lalu, sambungnya, padi juga tidak akan mudah rebahan (rubuh). Dengan begitu, tidak akan membuatkan kerugian besar bagi petani ketika tanaman padi dilanda hujan angin. Ali berharap agar pupuk NPK dapat dipakai secara berkelanjutan oleh para petani, yang kaya akan unsur hara.
“Karena, memang didalam pupuk urea hanya terdapat nitrogen saja yang baik untuk pertumbuhan padi saja. Jadi tanaman padinya cuma tinggi,”katanya.
Tetapi, meski begitu Dinas Pertanian tetap akan kembali produksi puuk urea dengan jumlah normal atau tidak dikurangi kembali.
“ Memang harga pupuk NPK yang cukup tinggi yaitu Rp2.300/kg, sedangkan pupuk urea perkilogram nya hanya Rp1.800,” pungkasnya. (Sarrah)
















































































































Discussion about this post