KOTA CIREBON, (FC).- Perbedaan peringatan Hari Jadi antara Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon kembali mengemuka. Perbedaan hari ulang tahun (HUT) kedua daerah yang disebut-sebut sebagai daerah dengan satu kesatuan ini, kembali menjadi sorotan saat kedua pemimpin daerahnya yakni Bupati Cirebon, H Imron dan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis saat bertemu di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, kemarin.
Bupati Cirebon, H Imron mengatakan, sebenarnya ia sendiri menginginkan agar tanggal Hari Jadi Kabupaten dan Kota Cirebon disatukan. Termasuk rangkaian kegiatannya pun disatukan. “Jadi, nanti lomba-lomba, pertandingan dan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di semua kecamatan hanya disebut dalam memperingati hari jadi Cirebon saja,” ujar Imron.
Menurut Imron, dirinya bahkan sudah berkomunikasi dengan Wali Kota membicarakan hal tersebut. Namun, ketika ia berdiskusi dengan sejarawan dan budayawan Cirebon, ternyata peringatan Hari Jadi kedua daerah ini tidak bisa disatukan.
Dari hasil diskusi dengan sejarawan dan budayawan ditegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten dan Kota Cirebon memang berbeda.
“Waktu diskusi dengan budayawan dan sejarawan masih belum, tetap ada dua versi itu. Nanti kalau sudah ada titik temu dari sejarawan dan budayawan nanti kita gulirkan ke DPRD, nanti menjadi Perda,” bebernya.
Imron menjelaskan, alasan dirinya menyepakati Hari Jadi disatukan adalah, karena Cirebon satu kesatuan dan berasal dari keturunan yang sama. Jika diibaratkan rumah, lanjut Imron, Kota Cirebon ibarat etalasenya dan Kabupaten Cirebon sebagai isi dari etalase tersebut.
“Tadinya kami inginnya satu, supaya sama-sama dalam pelaksanaannya. Tapi kalau tetap ada dua (versi, res) ya itu lain masalah,” jelas Imron.
Senada disampaikan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis. Sebagai penyelenggara pemerintahan, Azis mengaku bahagia kalau Hari Jadi Kabupaten dan Kota Cirebon bisa disatukan. Selain berasal dari keturunan yang sama, kata Azis, Kabupaten dan Kota Cirebon adalah daerah tetangga yang sangat dekat.
Namun demikian, lanjut Azis, dirinya juga tidak bisa memaksakan penyatuan Hari Jadi kedua daerah ini. Pasalnya, ia menghormati pendapat-pendapat dari budayawan, sejarawan dan pihak lainnya di dalam perbedaan Hari Jadi tersebut.
“Prinsipnya sama, silakan para pemangku budaya atau sejarawan untuk bersama-sama merumuskan kira-kira yang terbaiknya seperti apa,” kata Azis.
Seperti diketahui, Hari Jadi Kabupaten dan Kota Cirebon setiap tahunnya selalu diperingati pada tanggal dan bulan yang berbeda.
Kabupaten Cirebon yang merupakan daerah induk, usianya justru lebih muda ketimbang Kota Cirebon. Dimana, Hari Jadi Kabupaten Cirebon diperingati setiap 2 April dan pada tahun 2022 ini berusia 540 tahun. Sedangkan Kota Cirebon usianya sudah 653 tahun dan diperingati setiap tanggal 1 Muharam. (Ghofar)















































































































Discussion about this post