KUNINGAN, (FC).- Kepala Dinas Kesehatan memastikan kondisi bupati dan keluarga dalam keadaan sehat, meskipun di Pendopo bupati ada satu orang pekerja rumah tangga dipastikan positif Covid -19.
“Kita sudah lakukan swab ke pa bupati dan keluarga, alhamdulilah semua negative,” kata Kadinkes Kuningan Hj. Susi Lusiyanti, Sabtu (19/12).
Dijelaskan Susi, semua keluarga, mulai dari bupati, istri, anak – anaknya, serta pekerja rumah tangga di Pendopo maupun BTN Cigugur semua sudah dilakukan pemeriksaan, dan hasilnya semua negative.
“Yang positif itu, usai pulang dari kampung, dua tiga hari kemudian ada gejala Bapil (Batuk pilek) kemudian hilang penciuman, kita langsung Swab dan diisolasi dan kemarin hasilnya positif,” jelas Susi.
Susi memang merekomendasikan agar seluruh keluarga tinggal dahulu di rumah BTN Cigugur, selama 14 hari kedepan. Namun untuk ruang kerja bupati tetap bisa digunakan.
“Ya kalau ruang kerja bapak tetap bisa digunakan, tapi tinggal kita minta agar di BTN Cigugur,” kata Susi.
Terpisah, dikabarkan selain kabar satu orang pekerja rumah tangga di Pendopo Bupati Kuningan, juga dikabarkan ada sejumlah ASN dilingkup Setda Kuningan terkonfirmasi positif Covid -19. Dan hal itu dibenarkan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Maman Nurachman saat ditemui Humas Diskominfo Kuningan, Sabtu (19/12).
“Ya benar, memang ada sejumlah pegawai yang dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid Swab Anti Gen yang dilakukan tim medis dari Labkesda dan swab secara mandiri. Kini mereka masih ada yang menjalani isolasi mandiri dirumahnya masing-masing sesuai dengan aturan protokol penanganan Covid-19, semuanya dalam keadaan sehat tanpa adanya keluhan, dan banyak juga yang sudah sembuh,” ujar Maman.
Dikatakan Kabag Prokompim, terpaparnya sejumlah ASN tersebut, penularannya bukan dalam saat bertugas, tetapi penularannya diluar jam kerja kantor dengan berbagai aktivitas ASN diluar dinas dimana tingkat penyebaran Covid-19 saat ini sangat masif sekali. Namun sejak diketahui informasi terpaparnya ASN tersebut, lanjut Maman, pihak Pemkab melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kuningan segara melakukan langkah-langkah penangulangan sesuai standar penanganan Covid-19.
“Sejak diperoleh informasi itu, Satgas Penanganan Covid19 Setda dan Satgas Penanganan Covid19 Kabupaten langsung bergerak cepat melakukan penanganan Covid-19 dengan melakukan 3T (Tracking, Testing, Treatment), kemudian juga melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh lingkungan Setda, melakukan isolasi terhadap pegawai yang terpapar dan memberikan obat, vitamin,serta melakukan pengecekan berkala,” jelas Maman.
Meski diketahui adanya ASN yang terpapar Covid-19 dilingkungan Setda, dikatakan Maman, pelayanan publik tetap dilaksanakan dengan lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) kepada setiap pegawai dan tamu yang datang.
“Pelayanan tetap dilaksanakan, adapun penerapan WFH (Work From Home) sifatnya proporsional saja sesuai kondisi, karena mengingat, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan,” ujarnya.
Maman berharap, dengan kejadian tersebut, seluruh ASN dilingkungan Pemkab Kuningan agar lebih waspada dan hati-hati terhadap penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung. Dia meminta, seluruh masyarakat tetap patuh menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Diberitakan sebelumnya, Jumat (18/12), Pendopo Bupati Kuningan mendadak ditutup. Dan dikabarkan Bupati bersama keluarganya sejak semalam tidak tinggal di Pendopo, namun tinggal di rumahnya di Perum BTN Cigugur. Hal itu dikarenakan, salah satu pekerja rumah tangga di dapur Pendopo Bupati positif covid -19.
Jubir Covid -19, Agus Mauludin menyampaikan bahwa Bupati bersama keluarga dalam kondisi baik – baik saja. Jika memang ke BTN Cigugur itu memang mau ke rumahnya. Kalau pekerja rumah tangga yang bertugas di dapur memang dikabarkan sakit.
“Tapi konfirmasi positif atau negative covid -19 belum ada dari Dinkes. Mungkin pak bupati ke BTN sebagai upaya jaga – jaga atau kehati – hatian saja,” kata Agus.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama saat dihubungi mengaku bahwa pekerja rumah tangganya sudah sakit selama empat hari, dengan kehilangan indra penciuman. Namun dia mengambil kebijakan agar isolasi di Pendopo.
“Dia dirawat saja di ruang depan, cukup isolasi mandiri, karena hasil rapidnya reakrif,” kata Acep.
Kabar mengungsi, Acep membantah, bahwa memang anak – anaknya bersama dirinya ingin menginap di BTN Cigugur karena ada saudara Rancah Ciamis datang.
“Saya Cuma semalem aja tidur di BTN, tadi kan juga ke Pendopo,” ujar Acep.
Sementara, Sekda Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar mengaku akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pimpinan. Karena baru kemarin dia memutuskan agar seluruh Dinas Kesehatan melakukan WFH karena banyak yang terkonformasi.
“Nanti saya komunikasi dulu dengan pimpinan harus seperti apa, apa akan diberlakukan WFH untuk Setda atau tidaknya,” kata Dian. (Ali)














































































































Discussion about this post