KOTA CIREBON, (FC).- Memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), para pelaku mengedit foto puluhan siswi SMA di Kota Cireboon hingga menjadi konten tidak senonoh.
Seorang sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan menyebut, bahwa hasil penjualan foto-foto tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, bahkan diduga untuk membeli akses permainan judi online.
āUangnya buat judi online,ā ungkap sumber tersebut.
Foto-foto hasil manipulasi itu dipasarkan oleh pelaku melalui Grup Telegram. Platform tersebut kerap digunakan karena dianggap lebih aman bagi pelaku untuk melakukan transaksi ilegal.
Kasus ini telah mendapat perhatian serius dari pihak sekolah. Meski begitu, beberapa korban dan keluarganya merasa penanganan yang ada saat ini masih belum memberikan kepuasan dan keadilan.
Sementara itu, Kuasa Hukum 5 korban kasus edit foto asusila Sharmila SH menyayangkan, adanya pembiaran dari pihak berwenang.
Dibeberkannya, persoalan ini sebenarnya terjadi pada Maret 2025. Kemudian makin membesar dan sempat dilaporkan oleh 2 orang korban pada Juni 2025 ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon.
“Sudah lapor ke DP3APPKB, andaikan ketika itu cepat diselesaikan, mungkin tidak akan meledak sekarang ini,” kata Sharmila, Minggu, 24, Agustus 2025.
Sharmila menyebut, persoalan ini membesar karena ada pembiaran dan kelalaian. Bahkan, baru-baru ini terjadi dugaan persekusi terhadap salah satu pelaku pada Jumat malam, 22, Agustus 2025.
“Ada salah satu korban dan mantan pacarnya itu, lapor ke DP3APPKB di Bulan Juni, tetapi belum ditindaklanjuti,” ungkapnya. (Agus)










































































































Discussion about this post