Selain itu, PCR Portable bertujuan selain untuk pemerataan pemeriksaan PCR massal bila tempatnya jauh, juga untuk prioritas kasus bila ada yang positif kontak eratnya dilakukan pemeriksaan swab pake PCR Portable.
“Sekali running bisa 8 sample kan. Bila dalam satu hari 7-8 jam bisa mencapai 56 sampel. Dan dalam 45 menit hasil bisa langsung keluar positif atau negatifnya,” paparnya.
Menurutnya, alat ini sangat membantu, karena Kabupaten Cirebon sudah mentargetkan 1 persen dari jumlah penduduk akan dilakukan swab test.
Sebelumnya, Pemkab Cirebon juga sudah mendapat bantuan PCR, VTN dan mesin ekstraksi otomatis dari Pemprov Jabar.
Kadinkes mengaku akan menggunakan bantuan tersebut untuk swab test massal sesui arahan dari Gubernur Jawa Barat, yakni melakukan swab test sebanyak 1 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Cirebon atau sekitar 22 ribu jiwa.
“Kita sudah menerima dua kali bantuan, yang pertama 5.000 VTM dan yang kedua sebanyak 3.200 VTM,” kata dia.
Dia menjelaskan, Viral Transport Medium atau VTM merupakan media untuk membawa sampel specimen dari hidung dan tenggorok orang yang diswab test.
Selanjutnya sampel tersebut dibawa menggunakan VTM ke laboratorium FK UGJ untuk diuji lebih lanjut untuk menentukan kasus positif atau negatif Covid-19. (Ghofar)













































































































Discussion about this post