INDRAMAYU, (FC).- Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM RI, Laode Sulaeman, memastikan pasokan energi nasional aman selama Ramadan hingga Lebaran.
Pasalnya, berdasarkan hasil peninjauan Kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan hingga kini persediaan BBM, gas elpiji, dan lainnya dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karenanya, menurut dia, masyarakat tidak perlu merasa khawatir maupun panik mengenai pasokan BBM dan gas elpiji selama periode Ramadan hingga Lebaran.
“Pertamina melaporkan bahwa kondisi saat ini baik BBM, gas elpiji, crude (minyak mentah), dan lainnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional,” kata Laode Sulaeman saat ditemui Kilang RU VI Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (12/3).
Ia mengatakan, hingga kini, stok BBM nasional dipastikan mencukupi untuk kebutuhan selama 15 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau panik.
Selain memastikan ketersediaan fisik, Pertamina juga menyiagakan layanan tambahan seperti tim motoris dan menambah posko selama musim mudik Lebaran.
Hal tersebut untuk menjamin kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat di masa arus mudik dan balik Lebaran, khususnya di jalur arteri maupun jalur Tol Transjawa.
“Pemerintah menjamin ketersediaan stok energi tersebut cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran tahun ini,” ujar Laode Sulaeman.
Ia menyampaikan, tingkat kecanggihan Kilang Balongan yang tinggi juga memungkinkan produksi bahan bakar secara optimal untuk memenuhi permintaan yang meningkat tajam di wilayah Jawa bagian barat dan DKI Jakarta.
Bahkan, Kilang Balongan merupakan salah satu kilang tercanggih milik Indonesia, karena memiloki tingkat Nelson Complexity Index (NCI) mencapai angka di atas 11.
“Pemerintah juga turut menginstruksikan agar Pertamina menambah fasilitas servis di titik-titik strategis yang di hari biasa tidak tersedia untuk memaksimalkan pelayanan,” pungkasnya.(Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post