KAB. CIREBON, (FC),- Paska ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis, Warga Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon bergerak bersama memburu tikus di lingkungan mereka.
Aksi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan menyebarnya penyakit Leptospirosis, setelah seorang warga dinyatakan terinfeksi dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit IHC Cirebon, Jumat (13/6).
Kepala Desa Melakasari, Sochibi, membenarkan adanya satu warga yang sempat dirawat karena terinfeksi bakteri Leptospira.
Penyakit Leptospirosis sendiri disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui urine atau air liur hewan, khususnya tikus.
Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini bisa berujung fatal.
“Iya betul, Alhamdulillah tadi dari Dinas Kesehatan, pihak Kecamatan, Pemkab Cirebon, sampai Muspika kecamatan juga hadir semua. Kami dari pemerintah desa bersama warga langsung bergerak. Kita kerahkan semua tenaga untuk memburu tikus-tikus itu,” kata Sochibi.
Menurut Sochibi, pemburuan tikus dilakukan sejak pagi hari, namun belum terlalu efektif karena waktu itu tikus-tikus sedang bersembunyi.
“Tadi pemburuannya dimulai dari jam 9 pagi sampai menjelang siang. Tapi karena siang hari itu tikus-tikusnya lagi pada tidur, jadi hasilnya belum maksimal. Makanya kami rencana nanti pakai jebakan atau mungkin pakai operasi pestisida (racun tikus). Pokoknya masih akan kami lanjutkan,” terangnya.
Ia juga memastikan kondisi pasien yang sempat dirawat kini sudah membaik dan menjalani isolasi mandiri di rumah.
“Alhamdulillah pasiennya sudah pulang ke rumah. Sekarang lagi isolasi mandiri. Karena dia kan terpapar bakteri yang berbahaya, kita khawatir kalau keringat atau air liurnya sampai kontak dengan orang lain,” ujar Sochibi.
Aksi pemberantasan tikus ini mendapat respons positif dari warga.
Banyak yang turun langsung ikut memburu hewan pengerat itu dengan alat seadanya.
Beberapa warga bahkan membuat jebakan sendiri dan membersihkan saluran air yang menjadi tempat persembunyian tikus.
Salah satu warga, Rahmat (38), menyambut baik gerakan ini.
“Kami gotong royong bareng-bareng. Tikus di sini memang sudah mulai banyak, apalagi dekat sawah. Pas tahu ada yang kena penyakit, kami jadi khawatir juga. Ini demi keselamatan semua,” ujarnya.
Rencananya, pemburuan tikus akan kembali dilakukan pada hari Sabtu mendatang. Momen ini akan digabungkan dengan kegiatan rutin “Sabtu Bersih” yang biasa digelar warga setiap pekan.
“Kami lanjutkan lagi hari Sabtu. Karena memang setiap Sabtu ada kegiatan bersih-bersih. Nanti dimulai sekitar jam 8 pagi,” tambah Sochibi. (Nawawi)














































































































Discussion about this post