KOTA CIREBON,(FC).- Kondisi Pantai Kesenden, Kota Cirebon, kembali memprihatinkan. Padahal, kawasan pesisir tersebut sempat menjadi sorotan nasional setelah dilakukan aksi bersih-bersih besar-besaran oleh Pandawara Group pada Agustus 2023 lalu.
Pantauan di lokasi, sampah kembali menutupi hampir seluruh bibir Pantai Kesenden yang berada di wilayah utara Kota Cirebon, Selasa (3/2/2026).
Tumpukan sampah tersebut didominasi limbah plastik dan sampah rumah tangga yang diduga telah mengendap cukup lama.
Ironisnya, sejumlah papan peringatan larangan membuang sampah telah terpasang di sepanjang kawasan pantai oleh Satpol PP. Namun, imbauan tersebut tampak belum efektif menekan perilaku buang sampah sembarangan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Salah satunya Nur Laeli, yang menilai persoalan sampah di Pantai Kesenden bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesadaran masyarakat dan lemahnya pengawasan.
“Kalau dibiarkan terus, dampaknya bisa serius. Bukan hanya lingkungan dan kesehatan, tapi juga citra Kota Cirebon sebagai kota pesisir,” ujarnya.
Nur juga menyoroti minimnya langkah konkret dari pemerintah daerah, terutama dalam penindakan terhadap pelanggar. Ia menyebut, ketiadaan tempat penampungan sementara (TPS) seperti kontainer sampah membuat warga kesulitan membuang sampah secara benar.
“Memang ada sistem pengangkutan, tapi tidak efektif karena tidak terjadwal. Akhirnya warga buang sampah seenaknya. Belum lagi pelaku usaha yang ikut membuang sampah di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Kesenden, Ruliyanto menjelaskan tumpukan sampah di bibir Pantai Kesenden sebagian besar merupakan sampah kiriman dari hulu Sungai Kedung Pane dan anak-anak sungainya, baik yang berasal dari wilayah Kota maupun Kabupaten Cirebon.
“Sampah dari hulu terbawa arus dan akhirnya bermuara di Pantai Kesenden,” kata Ruliyanto.
Menurutnya, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk melakukan normalisasi di wilayah hilir sungai. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan BPBD terkait rencana pemasangan jaring penahan sampah.
“Survey sudah dilakukan, namun lokasi pemasangan jaring masih dikaji karena harus mempertimbangkan jalur keluar-masuk perahu nelayan. Hilir Sungai Kedung Pane merupakan akses utama aktivitas melaut,” jelasnya.
Ruliyanto menambahkan, pihaknya terus mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah hulu sungai, agar tidak membuang sampah ke aliran sungai.
“Kalau semua pihak punya kesadaran, Pantai Kesenden tidak lagi menjadi tempat terakhir penumpukan sampah kiriman,” pungkasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post