KAB.CIREBON, (FC).- Polresta Cirebon mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Jumat, (6/3).
Kegiatan yang digelar di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon ini melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, hingga berbagai stakeholder pelayanan masyarakat.
Rakor dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, didampingi Bupati Cirebon H Imron, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfiah, serta Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Nizar Bachtiar.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, rakor tersebut bertujuan untuk membahas kesiapan pengamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, khususnya dalam menghadapi potensi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Menurutnya, evaluasi dari pelaksanaan pengamanan tahun sebelumnya sangat penting agar berbagai potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.
“Fokus utama dalam pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Lebaran ini adalah sebagai bentuk operasi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal yang perlu menjadi perhatian antara lain kelancaran arus lalu lintas, titik keramaian, potensi kemacetan, serta pengawasan di rest area,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Cirebon memiliki lima gerbang tol yang menjadi akses utama bagi masyarakat maupun pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Kondisi tersebut membuat wilayah Cirebon menjadi salah satu titik strategis sekaligus rawan kepadatan kendaraan saat musim mudik.
Selain itu, Rest Area KM 228A dan KM 229B juga diprediksi menjadi titik lelah para pemudik sehingga berpotensi terjadi penumpukan kendaraan.
“Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik. Oleh karena itu, perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya,” katanya.
Kapolresta juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap rumah warga yang ditinggalkan mudik, sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Sementara itu, Bupati Cirebon, H Imron menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu jalur utama perlintasan pemudik menuju wilayah Jawa Tengah maupun daerah lain di Pulau Jawa. Karena itu, koordinasi dan kesiapan antarinstansi menjadi hal penting untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan.
“Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 sebagai upaya memberikan rasa aman, nyaman, dan kelancaran bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi strategi pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah hukum Polresta Cirebon.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri rencananya akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat sinergitas dalam menentukan pola pengamanan, rekayasa lalu lintas, hingga langkah penanganan jika terjadi kepadatan kendaraan maupun potensi gangguan kamtibmas selama musim mudik Lebaran. (Johan)













































































































Discussion about this post