MAJALENGKA, (FC).- Momentum Ramadan yang dijalani umat Muslim bertepatan dengan Rabu Abu bagi umat Kristiani dan Katolik menjadi latar digelarnya dialog lintas iman di Desa Genteng, Kecamatan Dawuan, Majalengka.
Kegiatan bertajuk “Refleksi Bersama dalam Harmoni Damai” ini diselenggarakan oleh Kampung Bhinneka 2 dengan menghadirkan sejumlah tokoh agama, budaya, dan perwakilan masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta menyepakati pentingnya dialog sebagai jembatan menghapus stigma, penguatan Kampung Bhinneka 2 sebagai contoh toleransi, serta aksi nyata melalui gotong royong dan kepedulian sosial.
Ada juga pembacaan kutipan humanis dari yang menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Nilai tersebut menjadi dasar refleksi bersama yang berlangsung terbuka dan interaktif.
Koordinator Gusdurian Majalengka, Intan Damayanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan sosial yang harus dirawat.
“Agama tidak boleh menjadi alat pemisah. Justru dengan beragama, kita seharusnya semakin lihai dalam mencintai sesama manusia,” ujar Intan, Rabu (4/3).
Kasubag TU Kemenag Majalengka, Heru Hoerudin, mengatakan forum lintas iman seperti ini penting untuk menjaga stabilitas sosial di daerah. Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara rutin akan mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Senada, KH. Abdul Muiz selaku Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, menegaskan toleransi tidak cukup dipahami secara konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kerukunan harus dirawat bersama. Forum seperti ini menjadi penguat komitmen kita menjaga persatuan,” katanya.
Dari unsur gereja, Pdt Yayan Heriyanto dari GKP Bethesda menyebut kebersamaan dalam momen puasa Ramadan dan Rabu Abu menjadi simbol kuat persaudaraan. Ia menilai perbedaan keyakinan tidak menghalangi umat untuk berjalan bersama dalam nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Ibu Ode Sariningsih dari sinode pusat mengapresiasi inisiatif Kampung Bhinneka 2 sebagai ruang nyata hidup berdampingan tanpa sekat agama.
Sedangkan Ketua Ekraf Majalengka, Baya menambahkan, harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi lintas iman juga dapat mendorong kreativitas dan pemberdayaan masyarakat.
Selanjutnya kegiatan koordinasi lintas agama tersebut ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana khidmat. (Munadi)











































































































Discussion about this post