“Insyaallah, tenaga kesehatan yang gugur selama berjuang melawan Covid-19 dan melayani masyarakat termasuk syahid, aamiin,” ucapnya.
Azis meminta, yang terjadi di RSDGJ ini agar menjadi bahan evaluasi pihak manajer. Bagaimana tenaga kesehatan ini terlindungi secara maksimal, tanpa mengurangi pelayanan kepada pasien. Sehingga tidak ada lagi Nakes yang gugur dalam penanganan Covid-19.
“Iya jika nakes saja bisa terpapar, maka nanti siapa yang akan menangani pasien positif Covid-19. Saya minta manajemen RSDGJ mengevaluasi lagi sistem yang ada. Sekali lagi saya tidak mau ada Nakes yang gugur dalam penanganan Covid-19,” tegasnya.
Azis juga meminta Nakes yang masih bertugas, agar tidak patah semangat dalam berjuang menanganinya pasien Covid-19. Kemudian masyarakat juga tidak mengendurkan protokol kesehatan. Karena siapapun saat ini bisa terpapar Covid-19.
Kadinkes Kota Cirebon, Edy Sugiarto sudah mengusulkan kepada Walikota Cirebon, agar seluruh Nakes yang melakukan penanganan Covid-19 mendapatkan penghargaan. Nanti bisa penyerahannya dilakukan pada Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November.
“Seluruh Nakes di Kota Cirebon, baik RS pemerintah, swasta, puskesmas, klinik dan layanan kesehatan lainnya, diusulkan mendapatkan penghargaan. Penghargaan ini by name, artinya satu persatu,” ungkapnya.
Disebutkan Edy, Nakes yang terpapar Covid-19 ada 44 Nakes, 40 sembuh, 2 masih dirawat dan 2 meninggal. Dia berharap tidak ada lagi Nakes yang merupakan pejuang garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini yang gugur.
“Diperkirakan oleh para ahli, pandemi Covid-19 ini dua tahun lagi akan berakhir. Dan dari Maret 2020 kita sudah fight melawan Covid-19,” tandasnya.
Jumlah Nakes terpapar Covid-19 di Kota Cirebon sebanyak 44 orang meliputi 40 orang sembuh, 2 orang masih dirawat, dan dua orang meninggal. (Agus)
















































































































Discussion about this post