
Dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi klinis dan sesuai indikasi, maka tim ahli klinis RSDGJ pada 5 November 2020 memutuskan merujuknya ke RSUP Fatmawati Jakarta.
Setelah beberapa saat tiba di RSUP Pukul 01.00 WIB dan mendapatkan perawatan di RSUP, kondisinya mengalami perburukan. Dan akhirnya tidak tertolong, dinyatakan meninggal pada Pukul 06.00 WIB.
“Kami segenap jajaran direksi, staf dan seluruh pegawai di RSDGJ mengucapkan berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah diterima disisi Allah, diampuni segala kesalahannya. Bagi keluarganya semoga diberikan ketabahan. Perjuangan dan pengabdian almarhumah menjadi inspirasi bagi kita semua. Terutama untuk civitas hospitalia RSDGJ,” imbuhnya.
Pantauan FC di RSDGJ, ambulans yang membawa jenazah almarhumah tiba dari Jakarta sekitar Pukul 12.00 WIB. Setelah mengurus administrasi serah terima, jenazah langsung disalatkan di halaman depan RSDGJ. Terlihat ratusan rekan sejawat almarhumah mengikuti alat jenazah.
Selesai itu, dilakukan pelepasan ambulans jenazah yang diiringi dengan tabur bunga pada ambulans. Sontak haru biru mewarnai acara pelepasan tersebut, deraian air mata dan tangisan pun pecah, bahkan beberapa diantaranya histeris karena kesedihan mendalam atas gugurnya almarhumah.
Almarhumah kemudian dikebumikan di pemakaman Kemlaten Kecamatan Harjamukti.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Walikota Cirebon Nashrudin Azis menyampaikan, mewakili Pemkot Cirebon dan pribadi mengucapkan duka cita atas wafatnya seorang tenaga kesehatan di RSDGJ Cirebon akibat terpapar Covid-19.
















































































































Discussion about this post