KUNINGAN, (FC).- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja sekaligus ziarah ke makam Radja Jaqub Ponto di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jumat (3/4).
Dalam kunjungan tersebut, Fadli menyoroti kembali sejarah pengasingan para pejuang oleh pemerintah kolonial Belanda yang dinilai sebagai strategi untuk melemahkan perlawanan rakyat.
“Pola Belanda itu mengasingkan para tokoh dari basisnya, seperti Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, praktik serupa juga dialami tokoh asal Kuningan, Kiai Hasan Maolani, yang diasingkan ke Tondano, Minahasa.
Selain itu, Fadli mengungkapkan Kuningan juga pernah menjadi lokasi pengasingan tokoh dari luar daerah, salah satunya Radja Jaqub Ponto yang diasingkan pada 1889.
“Selama pengasingan, beliau mengalami kondisi yang memprihatinkan hingga akhirnya wafat di Kuningan,” katanya.
Fadli menambahkan, pemerintah saat ini tengah menelusuri lokasi yang tepat untuk mengabadikan jejak perjuangan tokoh tersebut.
Menurutnya, ziarah ini merupakan bagian dari upaya merawat ingatan kolektif bangsa sekaligus menghormati jasa para pejuang.
“Kita memiliki kewajiban moral untuk menghormati dan meneladani perjuangan para pahlawan,” pungkasnya. (Angga)















































































































Discussion about this post