KESAMBI, (FC) – Pembangunan Gedung Unit Gawat Darurat (UGD) Terpadu Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon diperkirakan akan selesai pada Tanggal 17 Februari 2019 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, Katibi.
Saat ditemui usai kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Cirebon, Senin (27/1), Katibi menjelaskan pembangunan Gedung UGD Terpadu memang sudah melewati masa kontrak pada 29 Desember 2019 yang lalu. Namun karena belum selesainya pembangunan gedung tersebut dan melihat manfaat dari gedung UGD ini maka diberikan perpanjangan waktu kontrak (Adendum) selama 50 Hari Kerja.
“Karena kita lihat manfaat nya untuk masyarakat ya mas, dan juga secara aturan diperbolehkan untuk melakuan adendum maka kita lakukan itu (Adendum). Kalau sesuai kontrak kita beri waktu 50 Hari dan mereka (Pelaksana) sudah menandatangani perjanjian kesanggupannya,” ujar Katibi kepada FC.
Lebih jauh diungkapkan Katibi, nantinya gedung 6 lantai belum bisa berfungsi secara keseluruhan pada 17 Februari nanti. Baru 4 Lantai saja yang nantinya baru akan berfungsi secara total. Sampai saat ini, pekerjaan Gedung IGD Terpadu sudah mencapai pada tahap 95 Persen.
“Memang belum bisa difungsikan semua, baru 4 Lantai yang akan berfungsi. Saat ini pekerjaan sudah mencapai 95 persen, mudah-mudahan sampai masa kontrak berakhir bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.
Untuk saat ini pelaksana pekerjaan pembangunan Gedung IGD terpadu sudah dikenai denda, berjalan mulai dari selesai Kontrak Desember lalu hingga hari ini. Dan apabila sampai dengan masa kontrak kedua (17 Februari 2020) pelaksana masih belum menyelesaikan pekerjaan maka PPK akan melakukan putus kontrak terhadap pelaksana.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Mohammad Handarujati menilai, saat ini pihak Rumah Sakit Gunung Jati sudah memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pasien. Terkait dengan pembangunan Gedung UGD terpadu dirinya optimis akan selesai sesuai dengan kontrak yabg telah ditentukan.
“Walaupun masih ada yang kurang, tapi kita lihat semua sudah berjalan dengan sangat baik. Kita juga mengapresiasi atas kinerja rumah sakit yang terus memberikan pelayanan maksimal kepada para pasien,” katanya.
Pria yang akrab dipanggil Andru ini juga menegaskan, terkait dengan pembangunan Gedung yang sedang berjalan dirinya mengingatkan agar dalam pembukaan Rekrutmen kepegawaian bisa berjalan secara transparan. Karena berkaitan dengan Gedung baru nantinya akan membutuhkan pegawai yang lebih banyak lagi.
“Gedung baru nantinya butuh pegawai baru, jadi kita ingatkan agar proses rekrutmen berjalan secara terbuka sehingga bisa menghasilkan pegawai yang berkualitas dab berintegritas,” tandasnya. Masih menurut Andru, sampai saat ini pembangunan gedung dengan nilai Rp86 miliar sudah dalam progres yang baik. Namun DPRD masih belum mengetahui untuk bantuan Gubernur (Bangub) Rp150 Miliar sudah masuk lelang atau belum, karena Bangub tersebut untuk melanjutkan pembangunan Gedung IGD Terpadu dan tata kelola Rumah Sakit Gunung Jati. (Muslimin)






































































































Discussion about this post