KAB.CIREBON, (FC).- Replika batu terbelah (Watubelah) dan kelima rupa atau karakter topeng Cirebon mulai dipasang di area kawasan Expo Shelter Watubelah, Senin (24/11).
Pemasangan lima topeng (panca wanda) Cirebon ini menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, meski belum beresnya pengerjaan pemasangan panca wanda ini, sudah banyak masyarakat yang menikmatinya dengan melakukan swafoto.
Budayawan Kabupaten Cirebon, H Taufik menyebut, bahwa keberadaan panca wanda atau lima karakter topeng bersama Tugu Watubelah ini menjadi ikon terbaru Kabupaten Cirebon.
“Kabupaten Cirebon itu ikonnya identik dengan Batik Trusmi, jadi kita buat juga ikon baru dengan Tugu Watubelah dengan dikelilingi lima topeng berbagai karakter,” kata Taufik, Senin (24/11).
Ia mengatakan, dengan adanya Tugu Watubelah dan panca wanda ini diharapkan menjadi eduksi untuk masyarakat, pasalnya masyarakat bisa mengetahui sejarah Watubelah maupun kelima karakter topeng Cirebon tersebut.
“Selain sebagai ikonnya baru Kabupaten Curebon, ini merupakan edukasi untuk masyarakat yang belum tahu kelima karakter topeng ini, nanti di setiap topeng ada ceritanya. Jadi anak-anak itu tahu,” jelas Taufik.
Selain itu, kata Taufik, penempatan Tugu Watubelah dan kelima karakter topeng Cirebon ini dinilai sangat strategis, mengingkat lokasi yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. “Ini pas penempatannya, jadi posisinya sangat bagus. Selain ada jogging track, ada tempat untuk ber-swafoto,” katanya.
Ia menjelaskan, Watubelah sendiri adalah batu yang terbelah dalam bahasa Cirebon. Sementara asal usul nama Watubelah berasal dari peristiwa pembelahan batu besar yang terjadi saat Pangeran Walangsungsang, seorang tokoh penyebaran agama Islam di Cirebon, bertarung melawan Ki Patih Manik dari Kerajaan Galuh.
“Jadi Pangeran Walangsungsang berhasil membelah batu besar tempat persembunyian Ki Patih Manik, sehingga nama Watubelah digunakan untuk menamai daerah tersebut di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon,” jelasnya.
Sementara, lanjut Taufik, untuk panca wanda, terdiri dari lima karakter utama yang mewakili siklus kehidupan manusia.
Pertaman Topeng Panji yang berwarna putih, melambangkan kesucian dan awal kehidupan. Topeng Samba, berkarakter ceria dan lincah, mewakili masa kanak-kanak yang penuh kegembiraan dan rasa ingin tahu.
Topeng Rumyang, menggambarkan kedewasaan dan kemapanan. Topeng Tumenggung, melambangkan kedewasaan yang matang dan bijaksana, dan Topeng Kelana, mewakili usia tua dengan segala pengalaman hidup serta hawa nafsu dan amarah yang masih menggelora.
“Setiap topeng memiliki filosofi dan makna yang mendalam, tidak hanya sebagai hiasan atau topeng biasa, tetapi juga sebagai representasi dari sifat dan watak manusia dalam berbagai tahap kehidupan,” tandasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post