KAB. CIREBON, (FC).- Semangat mencari dan mengembangkan talenta muda di bidang olahraga terus digelorakan oleh masyarakat Kabupaten Cirebon. Salah satunya melalui ajang Liga Tarkam (antar kampung) yang kembali digelar di Desa Kudumulya, Kecamatan Babakan. Laga pembuka kesebelasan Aljabar Pabuaran berhadapan dengan kesebelasan Dompyong Wetan, Selasa (24/6/2025).
Turnamen ini bukan hanya sekadar pertandingan sepak bola biasa, namun juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Desa Kudumulya ke-80 dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Kuwu Kudumulya, Deden, menjelaskan bahwa Liga Tarkam kali ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan para pemain. Bahkan, tidak hanya tim lokal yang ikut serta, sejumlah tim dari luar wilayah Cirebon pun ambil bagian dalam turnamen ini.
“Untuk tim yang ikut berjumlah 32 tim. Mayoritas berasal dari wilayah 3 Cirebon, tapi ada juga yang datang dari Jawa Tengah, Karawang, dan Bandung,” jelas Deden di sela-sela pembukaan turnamen.
Lebih lanjut, Deden menyebutkan bahwa total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai Rp50 juta, yang akan dibagikan untuk juara satu, dua, dan juara bersama. Namun, ia menegaskan, lebih dari sekadar hadiah, yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan hiburan bagi warga.
“Harapan kami, turnamen KU KAP ke-6 ini berjalan lancar, sukses tanpa ekses, dan bisa menghibur masyarakat Kudumulya dan sekitarnya,” kata Deden.
Tak hanya menjadi ajang hiburan, Liga Tarkam juga dinilai menjadi wadah efektif untuk menjaring bibit unggul atlet sepak bola di tingkat desa, yang kelak diharapkan bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) Kecamatan Babakan, Wargono, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, turnamen semacam ini dapat menjadi batu loncatan bagi para pemain muda berbakat untuk berkarier di dunia sepak bola profesional.
“Tanggapan kami sangat positif. Mudah-mudahan melalui Liga Tarkam ini, potensi pemain sepak bola di wilayah Kecamatan Babakan bisa terserap dan berkembang, sehingga bisa meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia,” ujar Wargono.
Ia mengungkapkan, dari hasil turnamen serupa yang pernah digelar di wilayah Kabupaten Cirebon, sudah ada sejumlah pemain muda yang dilirik klub-klub besar di luar Jawa Barat.
“Sebelumnya, ada pemain dari Kecamatan Babakan yang direkrut oleh PSIM Jogja dan PSM Makassar. Sekarang, dua anak itu masih dalam pantauan, dan kami berharap dari Persib Bandung sendiri, melalui Mas Jenel Arif, dapat merekrut pemain muda usia 20 tahun,” tutur Wargono.
Selain mencetak atlet berprestasi, Liga Tarkam juga memberikan dampak sosial yang positif di masyarakat. Ajang ini menjadi sarana hiburan yang menyatukan warga dari berbagai latar belakang, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa persatuan.
“Sepak bola itu bukan sekadar olahraga, tapi juga seni yang menyatukan perbedaan. Ketika kita bersatu dalam satu tujuan di lapangan, manfaatnya bukan hanya untuk individu, tapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan,” kata Wargono.
Namun demikian, Wargono berharap, pemerintah daerah, khususnya Dispora Kabupaten Cirebon, lebih memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet muda, termasuk penyediaan infrastruktur olahraga yang memadai.
“Event seperti ini butuh dukungan, baik dalam hal fasilitas maupun pembinaan. Kami harap pemerintah daerah lebih serius memperhatikan potensi anak-anak muda yang berprestasi, agar kelak bisa membawa nama baik Kabupaten Cirebon ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Turnamen Liga Tarkam Desa Kudumulya ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, dengan sistem gugur hingga partai final. Selain menyuguhkan pertandingan seru, ajang ini juga diharapkan menjadi wadah lahirnya pemain berbakat yang bisa menjadi kebanggaan Cirebon. (Nawawi)













































































































Discussion about this post