MAJALENGKA, (FC).- Anggota DPR RI Komisi dari Fraksi PKS H. Ateng Sutisna mengingatkan kepada masyarakat potensi tekanan terhadap pasokan energi global akibat memanasnya situasi di Timur Tengah.
Kondisi ini andai berlarut larut bisa berdampak pada stabilitas harga minyak mentah dunia, hingga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Pernyataan itu disampaikan H. Ateng Sutisna saat acara buka puasa bersama dengan para jurnalis dan masyarakat di Rumah Aspirasi, Jalan Cigasong, Desa Selagedang, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/3) petang kemarin.
Dalam pemaparannya, Ateng menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga distribusi energi tetap stabil. Ia mengimbau agar masyarakat untuk tidak melakukan tindakan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hal ini untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah tengah masyarakat.
“Jangan ada penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi. Ini penting agar distribusi tetap terjaga di tengah situasi global yang tidak menentu ini,” ujar Ateng
Lebih jauh Ateng menjelaskan, eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 28 pebruari 2026 yang lalu, telah memberikan tekanan pada rantai pasok energi dunia. Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak global.
“Sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia atau hampir seperempatnya perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Kalau terganggu, dampaknya bisa sangat besar, bahkan memicu krisis energi global,” kata dia.
Menurut Ateng, lonjakan harga BBM, khususnya jenis subsidi akan berdampak langsung pada kondisi fiskal negara. Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita berpotensi meningkat seiring naiknya biaya subsidi energi.
“Kenaikan harga BBM subsidi akan memberikan tekanan signifikan terhadap APBN,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Ateng mendorong pemerintah menyiapkan paket kebijakan penghematan energi serta perlindungan fiskal guna meredam dampak guncangan global.
Meski demikian, ia memastikan kondisi stok BBM nasional masih dalam keadaan aman. Terkait isu ketahanan BBM selama 24 hari, Ateng menegaskan hal itu berkaitan dengan kapasitas distribusi dan penyimpanan, bukan kondisi stok yang kritis.
“Stok BBM nasional aman, masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi menjelang hari raya,” tegasnya.
Di tengah ketidakpastian global, Ateng juga mengimbau masyarakat untuk mulai menggunakan energi secara lebih efisien sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. (Munadi)












































































































Discussion about this post