“Di luar regulasi itu, saya berharap bahwa Pilkada Majalengka tidak seperti pilkada tahun 2018 sebelumnya hanya Rp18 miliar untuk anggaran Pilbup Majalengka. Ini merupakan anggaran yang terkecil se-Indonesia. dalam diskusi-diskusi dengan beliau tergambar bahwa kepemimpinan sekarang begitu inklusif dan akomodatif dengan aspirasi dan masukan dari KPU kabupaten Majalengka,” ucapnya.
Pihaknya juga mengapresiasi kepada Bupati Majalengka Karna Sobahi yang sangat antusias dengan konsep grand design Pilkada Majalengka mendatang yang mengangkat budaya lokal Majalengka.
Berapapun anggaran yang diusulkan oleh KPU Majalengka selama itu rasional dan sesuai dengan regulasi, maka Pemerintah Kabupaten Majalengka siap memberikan dukungan penuh. Hal itu, tentu merupakan angin segar bagi KPU Majalengka.
Pihaknya mengapresiasi Pemkab Majalengka yang sudah akomodatif dan sangat peduli dengan peningkatan indeks demokrasi di kota angin. Diantara indikator indeks demokrasi adalah kinerja penyelenggara pemilu, serta kinerja legislatif dan eksekutif yg merupakan produk pemilihan.
“Mudah-mudahan tidak lagi seperti Pilkada 2018. Pak Bupati sekarang seorang visioner dan sangat peduli dengan kualitas demokrasi Majalengka terlebih dalam hajat elektoral pilkada, Saya meyakini pilkada ke depan tidak akan terjadi lagi kasus anggaran Pilkada 2018,” jelas dia. (Munadi)













































































































Discussion about this post