KOTA CIREBON, (FC).- Potensi kelautan di Kota Cirebon memiliki potensi strategis keekonomiannya.
Hal ini bisa dimaksimalkan untuk mengentaskan kemiskinan penduduk di sekitar pesisir pantainya.
Demikian disampaikan Walikota Cirebon Nashrudin Azis kepada FC, Kamis (4/3). Dikatakan Azis berdasarkan Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2014, kewenangan potensi kelautan memang sudah ada di tingkat provinsi.
Namun, pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten masih memiliki kewenangan untuk melakukan pembinaan hingga pemberdayaan terhadap potensi kelautan yang ada di wilayahnya.
“Pantai kita miliki memanjang dari barat ke timur sepanjang 7 km dan dari utara ke selatan sepanjang 11 km. Namun pantai yang tidak terlalu panjang bukan berarti minim potensi. Justru bisa kita maksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir,” cetusnya.
Untuk itu, Azis mengucapkan terima kasih dengan terselenggaranya kegiatan ini. Dikarenakan Pemkot Cirebon bisa mendapatkan banyak masukan dari sejumlah pakar yang ahli di kemaritiman untuk pengembangan potensi pesisir Kota Cirebon.
Hak yang positif pula, TNI AL memiliki program Kampung Bahari Nusantara (KBN). Harapannya, agar masyarakat Kota Cirebon bisa menjadi masyarakat pesisir yang bisa melaksanakan program KBN ini.
Melalui program tersebut diharapkan pemberdayaan kampung nelayan bisa dilakukan dengan maksimal. Sehingga tidak ada lagi kampung nelayan di pesisir Kota Cirebon yang miskin dan kumuh.
“Karena laut bisa digunakan sebagai sumber peningkatan perekonomian masyarakat. Tidak hanya itu, melalui program tersebut diharapkan anak-anak nelayan di pesisir Kota Cirebon juga bisa mengenyam pendidikan yang tinggi.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL, Kolonel Laut (P) O.C. Budi Susanto, SH., M.Si., menjelaskan, pada 2020 TNI AL sudah membangun 23 KBN.
Seluruh pangkalan TNI AL di Indonesia telah ditugaskan untuk membangun satu KBN sebagai pilot project.
Sejumlah klaster dikembangkan dalam program KBN ini. Salah satunya klaster edukasi. Nanti ada kegiatan membangun rumah pintar.
Melalui kegiatan tersebut akan dilakukan peningkatkan edukasi masyarakat nelayan dan mengurangi angka anak putus sekolah.
“Kami meyakini program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari instansi terkait lainnya. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Indonesia,” paparnya. (Agus).













































































































Discussion about this post