KUNINGAN, (FC).- Rombongan Anggota Komisi II DPRD Kuningan bersama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kuningan, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi untuk meninjau dan sosialisasi proses perijinan pabrik garmen PT B&K, yang rencananya akan dibangun di lokasi tersebut.
Agenda sosialisasi perijinan tersebut, dihadiri langsung Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Julkarnaen, Kepala DPMPTSP, Agus Sadeli, Camat Lebakwangi, dan Kepala Desa Manggari. Di Aula Desa Manggari, Selasa (21/1).
Setelah pertemuan, Kepala DPMPTSP Kuningan, Agus Sadeli menjelaskan bahwa pihak DPMPTSP, sesuai perintah pengadilan beberapa waktu lalu, harus meninjau ulang proses perijinan pabrik garmen milik PT B&K.
Saat ini, sesuai permohonan, Ia mengatakan, pabrik garmen milik PT B&K sudah mengantongi ijin lokasi termasuk terbitnya pertimbangan teknis (pertek) dari ATR.
“Berikutnya sudah ada juga penetapan/pemanfaatan ruang dari DPUPR. Sekarang yang sedang proses, yaitu ijin lingkungan, atau kajiannya pada UKL/UPL, di Dinas Lingkungan Hidup, ” jelas Agus.
Jika rekomendasi UKL/UPL dari Dinas Lingkungan Hidup sudah terbit, lanjut Agus, maka pihaknya baru bisa mengeluarkan ijin lingkungan tersebut.
“Cepat tidaknya ijin dikeluarkan, tergantung pemohon melengkapi segala persyaratan. Pada prinsipnya kita siap melayani, karena tinggal selangkah lagi sebelum memasuki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),” kata Agus.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Julkarnaen, mengaku akan terus mendorong pihak investor di Kuningan untuk segera menempuh proses perijinan sesuai aturan yang benar.
“Terkait polemik perijinan pabrik ini, yang sempat ramai kami katakan rumit. Memang tidak mudah jika adanya investasi yang berbenturan dengan berbagai kepentingan, ” sindir Jul.
Entah apapun kepentingan tersebut, lanjut Jul, tentu tidak boleh menghalangi masuknya investasi di Kuningan.
“Adanya kepentingan sektoral, kelompok atau orang perorangan yang diduga menghalangi investasi di Kuningan, itu tidak boleh terjadi,” tegas Jul.
Terpisah Kepala Desa Manggari, Marini, mengucap syukur mengetahui akan dilanjutkannya pembangunan pabrik garmen di wilayahnya. “Ini kan sudah ada rencana dari lima tahun lalu. Kami hanya berharap bisa terwujud secepatnya. Setidaknya, ini kan bisa menampung tenaga kerja dari daerah sekitarnya, guna menurunkan angka pengangguran, jangan sampai warga kami banyak keluar kota untuk bekerja,” kata Kades yang cantik itu. (ali)








































































































Discussion about this post