KAB.CIREBON, (FC).- Kerja keras dan ketekunan mengantarkan Machmudah (62), penjual rujak ulek asal Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji tahun ini.
Setelah mendaftar sejak 2013, Machmudah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei mendatang. Biaya haji ia kumpulkan dari hasil berjualan yang ditabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.
“Untuk bisa menunaikan ibadah haji, saya usahakan menabung Rp50.000 setiap hari. Dulu juga ikut arisan, seminggu Rp300.000,” ujarnya, Kamis (16/5).
Ia mengakui, jumlah tabungan tidak selalu sesuai target karena bergantung pada kondisi pembeli. Saat dagangan ramai, ia bisa menyisihkan sesuai rencana, namun ketika sepi, tabungan berasal dari sisa penghasilan yang tidak menentu.
Bagi Machmudah, berjualan bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga kesehatan fisik dan mental. Ia memulai aktivitas sejak subuh, menyiapkan dagangan untuk sarapan, lalu melanjutkan membuat rujak ulek hingga sore hari.
“Kalau diam saja malah cepat sakit. Kalau jualan kan sehat, pikiran normal, dan ada penghasilan,” katanya.
Sejak mendaftar, ia terus berupaya melunasi biaya haji hingga akhirnya berhasil. Menjelang keberangkatan, ia mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan hingga obat-obatan.
Namun, menurutnya, kesiapan batin menjadi hal yang paling utama. Ia rutin mengamalkan istighfar dan selawat hingga ribuan kali setiap hari, bahkan saat beraktivitas mengulek rujak.
“Sekarang fokus amalan, supaya berangkat dan pulang lancar dalam beribadah di Mekah,” ungkapnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post